Tentang Saya

2 Maret 2011 48 komentar

Anak Desa

Ya. Saya memang Cah nDesa. Lahir di desa, dari keluarga besar yang juga hidup di desa. Read more…

GOLPUT

1920548_757830834229556_1684030062_nBicara tentang Golput (Golongan Putih) dalam PEMILU, ternyata umur Golput ini jauh lebih tua ketimbang umur saya. Menurut sebuah sumber yang saya baca, angka golput cenderung terus naik sejak pemilu 1955. Golput pada pemilu 1955 sebesar 12,34% dengan asumsi data yang diambil dari pemilih yang tidak datang dan suara tidak sah. Pada pemilu 1971, Golput justru mengalami penurunan hanya 6,67%. Padahal di tahun itu justru golput dicetuskan dan dikampanyekan.

Di tahun-tahun berikutnya, didapat data sebagai berikut; Pemilu 1977 golput sebesar 8,40%, 9,61% (1982), 8,39% (1987), 9,05% (1992), 10,07% (1997), 10.40% (1999), 23,34% (Pemilu Legislatif 2004), 23,47% (Pilpres 2004 putaran I), 24,95% (Pilpres 2004 putaran II). Pada Pilpres putaran II setara dengan 37.985.424 pemilih. Ada pun pada Pemilu Legislatif 2009 jumlah golput 30% bila dikalikan dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) sesuai dengan Perpu No. I/2009 sebesar 171.265.442 jiwa. Jadi, jumlah golput setara dengan 51.379.633 pemilih. Read more…

KAMBING

kambingPernah Engkau memelihara Kucing? Aku pernah. Kalau Anjing? Aku juga pernah punya. Kambing? Sekali lagi aku juga pernah memeliharanya. Anjing, Kucing dan Kambing, Engkau tentu tahu, adalah jenis hewan yang berbeda rupa serta sifatnya. Tidakkah Engkau ingin memeliharanya? Anjing misalnya, dengan memeliharanya kita akan tahu bagaimana sifat dan kelakuannya. Dia senang dipiara, bisa dekat dan tunduk kepada siapa saja. Syaratnya satu, sediakan tulang kesukaannya. Sekarang dia tunduk dan patuh kepadaku, di waktu lain bisa jadi dia mengabdi kepadamu. Anjing suka menakut-nakuti dengan memamerkan siungnya. Padahal sebenarnya, nyalinya dengan kambing sama jeleknya. Pernah lihat film yang mengisahkan tentang seekor anjing? Atau kucing, atau Kambing? Meski kadang ada Anjing yang kelihatan cerdas, itu hanya nampaknya saja. Ketiganya adalah sama. Sama-sama hewan piaraan.

Hanya memang, seringkali kambing yang jadi korban.

DONGENG

Dongeng adalah cerita rekaan, yang kisahnya tidak benar-benar pernah terjadi. Dongeng itu fiksi. Dalam sebuah dongeng segala hal bisa menjadi mungkin. Pohon-pohon dan segala jenis binatang bisa bicara seperti layaknya manusia adalah hal yang biasa. Pada awalnya dongeng disampaian dengan bahasa tutur. Mendengarkan dongengan dari seseorang sungguh mengasyikkan. Bahkan seringkali kita terlena seakan kisah dalam dongeng itu nyata adanya. Karenanya, sedemikian rupa sebuah dongeng dibuat dengan syarat makna. Selalu disisipkan pesan-pesan baik di dalamnya. Sebuah dongeng akan menjadi lebih menarik apabila si pendongeng mampu mengekspresikan diri sesuai dengan yang didongengkan, pun intonasi suaranya bisa berubah-ubah menyesuaiakan suara tokoh dongengnya.

Tetapi dongeng dengan bahasa tutur ini ada kelemahannya. Lain pendongeng bisa lain pula urutan ceritanya, bisa berbeda daya tariknya, bahkan bisa melenceng jauh dari dongeng yang pertama. Contoh dongeng adalah cerita dalam pewayangan. Wayang adalah salah satu budaya jawa. Dipentaskan di atas sebuah panggung dengan berbagai media pendukungnya. Tokoh pencerita dalam pewayangan adalah dalang. Para pemain/penabuh gamelan disebut niyaga, tukang nyanyi/nembang disebut sinden. Setiap masing-masing dalang memiliki ciri khas yang menarik; ada yang kondang karena sabetannya, ada juga yang arena pitutur dalam pementasannya dan lain-lain. Read more…

NENEK KEMBANG

7 Maret 2014 1 komentar

NENEK KEMBANG
;Sebuah Cerpen

FotoAku cuma duduk-duduk di depan Benteng Vredeburg, depan Gedung Agung, sambil terus menyedot rokok Djie Sam Soe dalam-dalam. Memang nikmat. Tapi meski malam minggu itu suasana ramai, tertama di ujung selatan Malioboro itu, aku tetap merasa kesepian. Tidak apa. Toh semua sudah disadari sejak awal.

Sebenarnya aku ingin melihat pameran lukisan karya Bondowoso yang tampaknya punya obsesi khusus tentang kuda. Entah karena apa pula, aku pun sudah lama terpesona oleh lukisan-lukisan kuda –karya siapa pun itu. Bahkan juga foto dan patung kuda. Bondowoso memang menggelar pameran di Vredeburg itu, tapi kupikir lebih baik nontn di hari-hari tidak sibuk seperti hari minggu. Read more…

PERJUMPAAN

PERJUMPAAN
;Semacam puisi

/1/

No, jumpa lagi hari ini
apa kabarmu?
senyum menyimpul di seraut wajah yang
masih seperti dulu; mendebarkanku.

di atas meja
tergeletak sepasang kaos kaki panjang
bertumpuk pula baju lengan panjang
aku mengherankannya. Read more…

Kategori:Uncategorized

SEPATU

21 Februari 2014 Tinggalkan komentar

Semenjak bisa beli sepatu sendiri, saya lebih senang beli sepatu kulit. Maksudnya, sepatu yang bahan dasarnya kulit. Entah kulit sapi, kulit kerbau, kulit macan atau bahkan kulit buaya. Yang penting bahan dasarnya kulit. Seingat saya, hingga kini saya belum pernah beli sepatu plastik atau kain.

Selainnya itu, saya lebih senang membeli sepatu di toko sepatu dan bukan di pasar tradisional. Terus terang “nyang-nyangan” (tawar-menawar harga) adalah hal yang paling sulit saya lakukan. Saya kurang pinter dalam hal yang satu itu. Harga pas kemudian menjadi pilihan. Tetapi begitu masuk toko sepatu, kembali saya kebingungan. Banyak sekali model dan jenis sepatu yang tersedia, semua-mua cantik rupanya. Ada yang bertali, ada pula yang berperekat. Ada yang tak bertali dan tak pula berperekat, tetapi berkain karet. Ada yang ujungnya runcing kyak sepatu durna, ada pula yang tumpul kayak sepatu tentara. Pokoknya werna-werna, cantik-cantik kesemuanya. Read more…

GRAFIK KEHIDUPAN MANUSIA

19 Februari 2014 Tinggalkan komentar

Grafik Kehidupan Manusia

1511198_467642990020703_1863897528_nPernah ada sebuah pertanyaan di status fb seorang teman yang kurang lebihnya begini, “mengapa kebanyakan politisi dan pejabat publik (dari ketua RT – Presiden) justru bukan berasal dari mantan aktifis mahasiswa? Kemana para aktifis itu sekarang bersembunyi?” Pertanyaan itu sebenarnya tidak terlalu istimewa buat saya, namun nampaknya menarik untuk dicermati. Sebagai bandingan, pernah juga (bahkan sering saya dengar) dan mungkin diantara pembeca juga termasuk yang bertanya seperti ini, “Si A itu dulu waktu sekolah gobloknya bukan main, kok sekarang malah sukses dan makin cerdas ya?” Atau pertanyaan sebaliknya, “Si B itu dulu waktu sekolah selalu berprestasi, nilainya bagus-bagus, disayang oleh para guru, tapi kok sekarang berbalik 10 derajat ya?” Nah, pernah Anda merasa keheranan seperti itu? Read more…

Kategori:Uncategorized
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 85 pengikut lainnya.