Tentang Saya
Anak Desa
Ya. Saya memang Cah nDesa. Lahir di desa, dari keluarga besar yang juga hidup di desa. Read more…
Puasa Rajab
Siang kemarin saya dapat SMS dari seorang ustadz, isinya mengabarkan tentang hal ihwal puasa di bulan rajab. Untuk lebih jelasnya saya tuliskan sebagai berikut isi SMS tersebut;
“Imam as-Syaukani Rohimahulloh: ‘tidak ada keytamaan puasa Rojab secara husus dari hadist-hadist shohih, hasan maupun lemah (dhoif)dengan kelemahan yang ringan’”.
Membaca SMS tersebut maka teringatlah saya bahwa Nabi seringkali berpuasa hanya setiap menjelang hari raya. Puasa Ramadhon menjelang HR Id’ul Fitri, Puasa menjelang HR Id’ul Adha, Puasa kamis menjelang HR Jum’at, puasa senin karena alasan yang (maaf) saya lupa apa alasannya. hehe.. Read more…
Bukan Masalah Panjang-Pendeknya, Yang Penting Cara Bermain
Hampir di setiap tempat yang saya thongkrongi, selalu saja ada satu orang pembual besar. Pembual itu kerjanya nyinyir, menceritakan hal-hal yang kecil atau bahkan remeh-temeh, dan hampir tak pernah menyinggung pembicaraan dengan tema besar. Tak hanya di tempat nongkrong, namun bahkan di setiap kantor atau bahkan dalam hampir setiap kegiatan yang digelar baik oleh pemerintah maupun non pemerintah selalu saja ada satu dua orang yang suka membual. Read more…
Pencuri Pakaian Dalam
Sudah hampir dua minggu terakhir ini hampir seluruh warga kampungku dilanda resah, gelisah. hidup dikampungku tak lagi nyaman. lena sedikit, lupa memasukkan jemuran disaat malam hari misalnya, akan segera lenyap itu pakaian. lebih aneh lagi, yang sering hilang adalah berupa pakaian dalam. entah itu BH, Kaos Kutang, maupun celana dalam. yang lebih mengherankan lagi, justru yang kumal dan berdaki lebih disukai pencuri. Read more…
Ngrasani Cerpen (1)
Perhatikan contoh kutipan cerpen berikut:
“Hidup manusia bisa diibaratkan roda pedati. Kadang di atas dan kadang di bawah. Sebuah kelumrahan, jika dulunya kaya tibatiba saja jatuh melarat. Kita musti bisa menerima kenyataan itu. Sebagai orang kaya, janganlah kita suka menepuk dada. Juga sebaliknya, yang miskin tak perlu kiranya berkecil hati. Begitulah hidup, memang. Semua sudah diatur oleh yang Maha Mengatur. Namun kenyataan seringkali berkata lain. Kita gampang berbicara, suka menasehati, naun saat kita ditimpa musibah ternyata tak mampu mengatasi. Seperti apa yang dialami Surti, pedagang pasar johar yang bernasip malang…”
Kesan apa yang muncul dalam benak Anda setelah membaca paragraf pembuka seperti yang saya tuliskan di atas?
Pelajaran Menulis
Adakah pelajaran menulis? ada toh ya.. Di mana? di kelas kecil sekolah dasar. hehe… Biasanya dilengkapi pula pelajaran membaca dan berhitung. Inilah yang kita kenal dengan istilah Calistung (Membaca, Menulis dan Berhitung). Namun yang saya maksud dengan pelajaran menulis tentulah bukan calistung. Tetapi menulis tingkat lanjut, seperti menulis prosa, artikel, novel, atau menulis buku-buku yang lain. Inilah yang tidak di ajarkan di kelas-kelas konvensional. Ya, di sekolah kita seakan-akan tak diajari bagaimana menjadi penulis beken. Bagaimana menulis yang bisa menghasilkan duit. Pelajaran menulis yang semacam itu, akan bisa kita dapatkan dikelas-kelas khusus yang tidak setiap orang tahu, atau bagi yang tahu, bisa jadi tidak tertarik. Read more…
Komentar Terakhir