Arsip

Posts Tagged ‘Ayam hutan’

PROFIL PENGUSAHA BEKISAR APAHI (2)

27 Januari 2014 6 komentar

936108_128839117309463_633183629_nMenyambung tulisan sebelumnya tentang profil pengusaha (Peternak/breeder) bekisar yang ada di APAHI (Asosiasi Pelestari Ayam Hutan Indonesia), kali ini saya akan kupas sosok yang kedua. Akan diceritakan dalam tulisan ini tentang suka-duka beternak ayam bekisar. Tentu saja tak jauh beda dengan beternak unggas jenis lainnya, sebab banyak juga rekan yang mengalami hal yang sama. Ada kalanya meraup untung super banyak, namun di saat lain bisa juga mengalami bencana besar; seluruh ayam mati karena perubahan musim dan virus yang tak terkendalikan. Berikut ulasannya. Baca selengkapnya…

Iklan

Semangat PAHI Reg. Semarang

25 Maret 2013 4 komentar

31442_279118805554737_1231183676_nAhad pagi tadi (24/03/13) beberapa teman anggota PAHI (Pelestarian Ayam Hutan Indonesia) regional Semarang menyempatkan berkunjung ke rumah saya. Mereka yang ringan waktu itu antara lain Mas Sofwan (Karangjati) Mas Bogie Y (Graha Taman Bunga BSB) Pak Sumadi Raharja (Pedurungan) Mas Iwan Yuli Setyawan (Jati Sari, BSB Mijen), Mas Wawan Merdeka Ken (Boja), dan satu lagi adiknya Mas Sofwan. Berenam mereka datang sepagi itu, sedangkan saya masih di sekitaran kampus Unnes sekedar membeli jajan di pasar pagi. Agak terlambat saya ke kampus, sehingga para mahasiswi sudah tak banyak lagi yang di pasar pagi. 😀 Baca selengkapnya…

Ayam Hutan Hijau, Endemik Indonesia

28 Juli 2012 21 komentar

Koleksi AHH (Ayam Hutan Hijau) saya bertambah lagi. Empat ekor kuthuk umur kurang lebih 1 bulan hasil tetasan telah saya bawa pulang. Kamis (27/7/’12) saya mengitari daerah Wonosobo dan Temanggung guna mendapatkannya. Sebenarnya mudah dan banyak jika hanya ingin mendapatkan AHH dewasa hasil tangkapan (jeratan/jaringan) namun saya sengaja mencari yang masih unyu-unyu.

Sifat alami AHH adalah liar. Sebagaimana bangsa burung lainnya, Ayam Hutan Hijau terbiasa hidup liar di alam bebas. Jika belum terbiasa dan ahli, sulit rasanya bisa menangkarkan hewan tersebut dari hasil tangkapan. Bisa-bisa si burung akan mati dalam waktu tak lebih dari seminggu. Eman-eman dan kasihan kan..

Saya sungguh tertarik dengan ajakan seorang kawan di Grup Pelestarian Ayam Hutan Indonesia; Baca selengkapnya…