Archive

Archive for the ‘PAHI’ Category

CATATAN PERJALANAN APAHI

20 September 2016 Tinggalkan komentar

ttd-not1APAHI melanjutkan langkahnya kembali.

Malam itu, tanggal 13 Agustus 2016 saya benar-benar tidak bisa tidur. Bagaimana tidak, teman-teman pelopor APAHI dari Kota jakarta, Surabaya, Jogja, Solo, Nganjuk dan lain-lain masih dalam perjalanan di kedinginan malam. Ada yang berkereta api, ada juga yang naik bis AKAP. Teman dari Jogja ada yang bersepeda motor. Lalu tegakah saya tidur keenakan? Tentu tidak bukan? Maka saya hampir setiap jam memantau teman-teman yang di perjalanan melalui pesawat telephone yang saya namai HP Cethuk. Baca selanjutnya…

KE MADURA;BERBURU AYAM GAOK DAN KEKOK DI PASAR TANAH MERAH

16 Februari 2015 3 komentar

10968541_905602559480753_7707882187972989686_nHari Jum’at (09022015) saya meluncur ke Pajang, Solo di tengah rintik hujan. Pukul 17.30 wib saya berangkat dari Kota Lumpia, yang disambut hujan deras di perbatasan Kota Salatiga-Boyolali. Didorong oleh janji yang kadung dibuat, saya tetap melanjutkan perjalanan. Untungnya sepeda motor yang saya kendarai lumayan bandel. Masih bisa melaju 80-100 km/jam untuk bisa segera sampai ke Kota “the spirit of Java” agar termungkinkan saya tidak terlambat sampai tujuan. Tiga jam perjalanan; ya, dari Kota Semarang menuju Kota Solo saya membutuhkan waktu 3 jam, tersebab hari yang hujan. Andaikan tidak, bisa jadi 2,5 jam sudah sampai tujuan. Baca selanjutnya…

PROFIL PENGUSAHA BEKISAR APAHI (2)

27 Januari 2014 6 komentar

936108_128839117309463_633183629_nMenyambung tulisan sebelumnya tentang profil pengusaha (Peternak/breeder) bekisar yang ada di APAHI (Asosiasi Pelestari Ayam Hutan Indonesia), kali ini saya akan kupas sosok yang kedua. Akan diceritakan dalam tulisan ini tentang suka-duka beternak ayam bekisar. Tentu saja tak jauh beda dengan beternak unggas jenis lainnya, sebab banyak juga rekan yang mengalami hal yang sama. Ada kalanya meraup untung super banyak, namun di saat lain bisa juga mengalami bencana besar; seluruh ayam mati karena perubahan musim dan virus yang tak terkendalikan. Berikut ulasannya. Baca selanjutnya…

BURUNG KICAUAN

23 September 2013 1 komentar

Burung Penthet

Burung Penthet

Bermula dari seringnya membeli dan memelihara Ayam Hutan, kini saya mulai tertarik ke hobi burung kicauan. Memelihara Ayam Hutan dan Burung kicauan, sama sulitnya. Sulit karena musti meluangkan waktu untuk mengontrol pakan, kebersihan, kesehatan serta melatihnya agar jinak, mau makan voer dan lain sebagainya. Pokoknya rumit. Pekerjaan yang rumit hanya bisa dilakoni oleh mereka yang memang bener-bener cinta. Memang banyak yang awalnya tertarik dengan kecantikan warna dan tampilan Ayam Hutan Hijau, namun karena tingkat kesulitannya pada akhirnya menyerah juga. Muspro jadinya. Demikian juga dengan Burung Kicauan. Jika Anda berkesempatan berkunjung ke rumah saya, bisa jadi Anda akan tertarik untuk memelihara berbagai jenis hewan piaraan terutama Ayam Hutan Hijau dan Burung Kicauan. Mungkin. 🙂 Baca selanjutnya…

ASOSIASI PELESTARI AYAM HUTAN INDONESIA

19 Juli 2013 8 komentar

APAHIAsosiasi Pelestari Ayam Hutan Indonesia yang kemudian disingkat APAHI adalah sebuah komunitas yang beranggotakan orang-orang yang memiliki kepeduian terhadap pelestarian Ayam Hutan. Komunitas ini semula bernama PAHI (Pelestarian Ayam Hutan Indonesia), namun karena sesuatu hal maka pada tanggal 30 Juni 2013 di forum Kopdar (Kopi Darat) PAHI Regional Jogja-Kedu disepakati sebuah keputusan untuk mengubah nama PAHI menjadi APAHI. Baca selanjutnya…

PHEASANT

13 Juli 2013 1 komentar

Ringnecket peashentAda berbagai jenis Pheasent yang ada di dunia ini. Contoh yang saya ketahui antara lain Golden Pheasent, Lady Pheasent, Ring Necked Pheasent dan lain-lain. Kesemua jenis ayam itu mahal harganya. Harga termurhnya adalah 8,5 juta rupiah. Minat? 🙂

KUAU KERDIL KALIMANTAN

12 Juli 2013 1 komentar

kuau kerdil
Kuau-kerdil Kalimantan yang bernama latin Polyplectron schleiermacheri, adalah jenis kuau-kerdil berukuran sedang yang berhabitat di hutan hujan dataran rendah Pulau Kalimantan. Kuau masuk dalam daftar apendiks cites, namun masih juga banyak diburu karena rusaknya habitat hutan. Kuau ini adalah jenis kuau merak yang paling langka dan sudah jarang ditemui. Cirinya adalah ukuran tubuhnya yang maksimal dapat tumbuh sampai 50 cm dengan bintik-bintik pada tubuhnya. Kuau merak Kalimantan masih berkerabat dengan kuau-kerdil Malaya dan kuau-kerdil Palawan. Baca selanjutnya…