Beranda > aya hutan, catatan harian, PAHI > CATATAN PERJALANAN APAHI

CATATAN PERJALANAN APAHI

ttd-not1APAHI melanjutkan langkahnya kembali.

Malam itu, tanggal 13 Agustus 2016 saya benar-benar tidak bisa tidur. Bagaimana tidak, teman-teman pelopor APAHI dari Kota jakarta, Surabaya, Jogja, Solo, Nganjuk dan lain-lain masih dalam perjalanan di kedinginan malam. Ada yang berkereta api, ada juga yang naik bis AKAP. Teman dari Jogja ada yang bersepeda motor. Lalu tegakah saya tidur keenakan? Tentu tidak bukan? Maka saya hampir setiap jam memantau teman-teman yang di perjalanan melalui pesawat telephone yang saya namai HP Cethuk. Kurang lebih jam 03.00 WIB teman dari Jakarta tiba di St. Tawang. Beberapa saat berikutnya teman dari Nganjuk menyusul tiba di Statsiun yang sama. Saya musti bagaimana? Hendak menyusul tak ada armada, jika tak dijemput khawatir juga. Takut jika ada apa-apa, tak sampai ke rumah saya. Tapi dengan sepenuh keyakinan, rekan-rekan itu meyakinkan saya bahwa mereka akan sampai. Naik odhong-odhonglah mereka. Ahahaha….

Tepat sebelum subuh datang, mereka bertiga sampai ke rumah saya. Sopir taksi itu, untungnya, hafal akan alamat saya. Eh, maksudnya daerah tempat tinggal saya. Perlu kiranya saya perkenalkan, mereka yang datang paling awal. Yang paling ganteng adalah Mas Hajad Galuh Candra Kirana, penguasa Priok beliaunya. Lalu Mas Ian Syech yang bercita-cita punya istri 2 tapi sebatas cita-cita saja. kenyataannya, ya setia sama istri (yang sementara) masih pertama. :D  Lalu yang ketiga, ini paling berkilau, namanya Mas Gogor Yugo Utomo. Seorang pengusaha konveksi dari kota Nganjuk, Jawa Timur sana. Bapaknya dulu atlit gulat, hingga ikut PON mewakili Jatim. Tapi Mas Gogor ini tak suka gulat, kecuali dengan musuh abadinya. wkwkwk…

Singkat cerita, kita ngopi bersama di beranda. Rokok, tak bisa lewat tentu saja. Tak ada makanan pendamping lainnya. Pagi menjelang, teman dari kota lain belum juga ada yang datang. Baru kemudian sekitar jam 09.00 WIB rekan dari Perak, Surabaya, datang. Sedulur saya yang satu ini tak ada bedanya dengan Mas Gogor. Ada kilau di sananya. Lihat saja foto yang jongkok itu. Ahaha..

Lalu Solo, Laweyan Pajang. Mas Yuyun Blawong namanya. Beliau ini juragan Joglo dan barang antik lainnya. Joglo bikinannya terkenal bagus dan terjangkau harganya. Barang-barang antik yang dikoleksinya entah ada berapa gudang di Solo dan sekitarnya. Adakah diantara pembaca yang berminat mengoleksi Joglo atau antik lainnya? hubungi saja saya, biar tak tawar semurah-murahnya.😀 Mas Yuyun datang beberapa saat setelah Mas Anggen Perak Surabaya. Jogja? Menyusul juga setelahnya. Mas Agus Tomin namanya, kelahiran Jatim tapi tinggal di Jogja. Beliau ini arsitek dan juga pelukis cat air yang luar biasa. Kali ini Mas Agus datang sendirian, sebab teman dari Bantul berhalangan untuk hadir. Kakinya keseleo atas permainan kemarin malam. Entah saking semangatnya atau bagaimana, hingga kakinya bengkak tiba-tiba. Hiks..

Gus Chosim dari Wonosobo datang belakangan. Beliau datang paling akhir, kehujanan sepanjang jalan. Lelaki gondrong aspal bodhol ini jagoan dalam mengawinkan ayam. Bekisarnya sudah ada ribuan, tapi semua habis terjual. Babon titipan juga tak terhitung jumlahnya. Luarrrr byasak.

Lengkap sudah. Sebenarnya ada acara apa to kok kumpul-kumpul sekian orang? Ya, Kita hendak melanjutkan langkah, hadir di kantor notaris dalam rangka penandatanganan permohonan SK Menkumham atas organisasi (asosiasi) APAHI yang telah lama kita bangun. Tentang bagaimana prosesnya, nanti kita sambung lagi. Saya hendak ngopi dahulu.🙂

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: