Beranda > catatan harian, motivasi > TENTANG KITA

TENTANG KITA

Tentang Kita

IMG03649-20150405-0846Bahkan yang sudah setingkat profesor pun ada banyak yang menilai sistem pendidikan kita salah. Anak-anak dididik untuk menjadi tidak kreatif. Anak-anak diformat menjadi mesin-mesin penghapal rumus dan peristiwa. Para siswa disiapkan sekadar menjadi calon-calon tenaga pekerja siap didik malah, belum siap pakai.

Saya tak akan menyitir satu pun ungkapan seperti termaksud, sebab tanpa saya tulis ulang kita sudah bisa dengan mudah menemuinya. Kalimat-kalimat berisi ungkapan pesimisme para pakar itu telah banyak berkeliaran di berbagai sudut media; Online, cetak maupun elektronik.

Lalu kaum tengahan memercayainya. Mereka turut membumbui dan menjualnya. “Otak orang Indonesia itu paling mahal lho,” katanya. Masih orisinil sih, nggak pernah dipakai. Walah. Lha emang sekolah tak butuh otak? Tak lah, jawabnya. Sekolah itu hanya butuh alat tulis untuk mencatat. Otak boleh ditinggal di rumah, simpan di lemari es biar awet.

Hiks. Sedih ya, kawan.

Berbeda dengan orang-orang pinggiran yang justru penuh rasa optimis. “Bapakmu iki Le, ngger cah bagus, nora bakal iso nyangoni bondho. Isaku gur nyangoni ngelmu, mulo sekolaho sing pinter. Tak rewangi sikil dadi sirah, sirah dadi sikil ora popo. Sik penting do sekolaho“. Lho kan hebat to? Dan lalu anak-anak pun sekolah. Masa depan jadi apa, bukan masalah. Dan begitulah; sekolah membuat orang berbeda. Mereka lebih mampu bertahan hidup, setidaknya.

Pernah lihat rongsokan motor tahun majapahit menyala lagi? Adanya hanya di Indonesia. Bagi yang sedikit punya dana, akan sekoah setinggi-tingginya lalu kerja jadi ahli; di Luar Negeri! Adakah? Buanyak Mas. Jangan dikira programer di luar negeri itu orang bule Mas. Mereka lebih banyak orang Indonesia.

Maka benar dan saya sepakat dengan teman saya, “Kita tak butuh bantuan uang kok Mas. Do emploken nganti wetengmu njembling, hora masalah. Kita ini hanya butuh payung hukum, produk perundang-undangan yang berpihak pada rakyat. Itu saja”.

Dan memang benar. Rakyat Indonlam Indonesia sudah menyediakan segalanya. Sapa obah mamah. Setiap yang mau bergerak, bekerja sungguh-sungguh, dipastikan akan bisa makan. Indonesia itu serpihan tanah surga yang retak. Biji tanaman apa saja asal dibuang dibumi Indonesia akan tumbuh dengan sendirinya. Yang jadi masalah justru penguasa dan pengusaha. Kong kalingkong antara keduanya yang justru membunuh kreatifitas anak bangsa. Kita seringkali dibatasi, tak boleh mengerjakan dan melakukan hal ini dan hal itu. Sebab bisa membahayakan. Jika Indonesia mampu memroduksi kebutuhannya sendiri, maka impor tak dibutuhkan lagi. Para pengusaha dan mavia tak akan dapat mengumpulkan keuntungan. Jelas itu mengancam kestabilan ekonomi penguasa dan pengusaha.

Maka sebaiknya tak usah bicara tentang kreativitas, jika untuk mewujudnyatakan hasil kreativitas pun masih dibatasi. Itu

 

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: