Beranda > Uncategorized > KUALITAS HIDUP

KUALITAS HIDUP

Kualitas Hidup

Ʀois Ƈlasic

Beberapa waktu yang lalu, betapa saya mendengar seorang pejabat pemerintah berkata, “Memang bisa jadi mereka (rakyat Indonesia) mampu mampu hidup dengan penghasilan 500 ribu rupiah. Namun kualitas hidup yang seperti apa dengan biaya 500 ribu/bulan itu?”

Ehm. Memang standart hidup manusia berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Bagi juragan uang 500 ribu bisa jadi habis untuk sekali masuk rumah makan. Tapi bagi seorang saya, 500 ribu itu luar biasa banyaknya. Sebab penggunaan untuk kebutuhan yang berbeda.

Jika juragan tersedak karena menjilat ludah yang kadung dikeluarkan, puluhan juta barangkali dibutuhkan untuk menjenguk dokter. Sedangkan saya, saat ada tulang ikan asin nyangkut di tenggorokan cukuplah menelan sekepal nasi anget persis seperti ngloloh seekor ayam dengan jamu.

Kerja dan manusia memang tak bisa dipisahkan. Ada yang bilang jika kita menggunakan 90% saja waktu kita untuk bekerja, maka dunia akan angkat topi dibuatnya. Benarkah? Entah. Tapi memang, ada segolongan manusia yang begitu maniak kerja. Siang malam dia bekerja, demi agar dunia angkat topi di hadapannya. Dan tak dipungkiri, memang ada beberapa yang berjaya. Dunia seakan ada digenggamannya; apapun yang dimauinya akan tersedia dihadapannya. Tapi eh, tentu tidak semuamuanya. Pada saat remnya blong secara tiba-tiba, saat itu juga babi ngepet hadir di hadapannya. Siap menyedot sebagian besar hartanya. Cengap-cengap dia dibuatnya.

Di tempat lain, 500 ribu itu sungguh luar biasa. Beli tembakau beberapa rupiah untuk kebahagiaannya. Sisanya buat nabung. Sebab makan dan minumnya sudah disediakan alam semesta. Mau nasi mereka menanam padi, untuk sayur mereka mengolah kebun. Hidup yang tak ngoyo. Tak perlu apartemen berlantailantai, apatah lagi mobil berkilapkilap. Hidupnya damai, penyakit ganas tak berani mengintai.

Kualitas hidupnya? Nah, itu beda parameternya. Nyatanya dengan 500 ribu/bulan saya masih bisa menghibur Juragan semua dengan tulisan sekadarnya. Tentu, kepulan asap rokok tak menghambat kesenangan saya. Anda? Entah berapa ratus juta per bulannya. Yang jelas sepiring nasi dan laukpauknya sama-sama bisa mengenyangkan kita. Anda lauk sate, saya lauk krupuk. Sama kenyangnya, sama senangnya. Itu.

Kategori:Uncategorized
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: