Beranda > catatan harian, Uncategorized > STATUS SOSIAL

STATUS SOSIAL

Status Sosial

blawongStatus sosial adalah status yang ditulis di media sosial. Isinya boleh tentang apa saja. Seni, budaya, perdagangan, peternakan, pertemanan, susana hati, kejadian aktual dan lain-lain. Dan antar pengguna media sosial boleh membacanya. Sebab manusia adalah makhluk sosial.

Makhluk sosial artinya, manusia tidak bisa hidup sendiri. Dia perlu manusia lain untuk bisa saling berinteraksi. Entah sekedar menanyakan kabar atau menanyakan pacar. Bahkan kadang, sebuah pertanyaan bisa dilontarkan dengan tanpa sadar. Jadi santai saja, Banyak juga manusia yang suka berkelakar, sebab merasa hidup hanya sebentar.

Tentang manusia sebagai makhluk sosial, termasuk juga status sosial, biasa dipelajari oleh ilmu yang bernama Ilmu Pengetahuan Sosial. Entah menjadi bagiannya atau tidak, saya pernah mendengar istilah Analisis Sosial. Tapi sepertinya memang bagian dari Ilmu Pengetahuan Sosial. Di saat sekarang, ilmu seperti itu bisa kita pelajari bahkan melalui media sosial. Analisis sosial itu, mungkin semacam ilmu membaca sifat keadaan. Termasuk juga membaca status sosial.

Untuk apa membaca status sosial? Yo tadi, sebab manusia adalah makhluk sosial, yang kadang senang berkelakar, atau sekadar. Bagi yang hidup di desa seperti saya, pasti sudah akrap dengan pertanyaan “keno dhe?” Maksudnya “Tindak peken napa mbokdhe?” yang artinya “Mau pergi ke pasar, Budhe?” Atau jenis pertanyaan lain, “Culno Dhe?” (Ajeng macul napa Dhe), “Tindak sabin Mbah?” dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan lainnya. Semua itu hanya sekadar saja. Sebab sudah tahu mau berangkat ke pasar, kok ya ditanya apa mau ke pasar. Sudah tahu bawa cangkul hendak ke sawah, kok ya pertanyamnnya apa hendak macul. Sudah ngerti pakai pakaian dinas yang khas, yo jelas mau ngarit kok ya ditanya apakan mau ngarit. Lho kan aneh to? Sudah begitu, sepulang dari pasar masih ditanya, “Oleh-olehe Mbah.” Padahal jika dikasih jajanan juga belum tentu mau. Namun begitulah.

Tak hanya orang kampung yang ndeso macam saya yang punya pertanyaan-pertanyaan itu, konon para anak sekolahan pun tak jauh beda. Mahasiswa-mahasiswa semester kawak sering dibikin grogi juga karenanya. Tapi dulu, entah sekarang. Sebab tak ada lagi di masa sekarang ini, mahasiswa semester 20. Semua serba cepat, segera lulus dan kerja. Sebab mahasiswa tua ini yang seringkali bikin “ribut”. Semua serba dikritisi, kalau ada sedikit kejanggalan segera demonstrasi. Mana ada mahasiswa sekarang berani demonstrasi? grin emotikon “Skripsinya sampai bab berapa Mas?” Kadangkala secara adik kelas melontarkan pertanyaan itu. Padahal juga babarblas dia tentang apa itu skripsi, thesis atau disertasi. Hanya ketimbang tidak ada pertanyaan, lalu melontarlah pertanyaan klasik itu. Bikin kikuk saja. huh..

Analisis Sosial itu ilmu membaca, membaca apa saja. Termasuk juga membaca status sosial. Status yang ditulis di media sosial. Membaca, bukan sekadar membaca tentu saja. Sebab manusia adalah manusia sosial. Dia berinteraksi dengan sekian banyak manusia lainnya. Jadi membaca gejala adalah hal biasa dan wajar saja. Jika si A acapkali menulis status sosial dan ngunggah selfie, maka ada gejala ikutan yang menyertainya. Manusia boleh membacanya, menebaknya, menganalisisnya. Bukan karena pamer kesaktian, tetapi sekadar saja. Tak usah diambil hati. Itu.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: