Beranda > Uncategorized > POLLING SMS

POLLING SMS

/1./

Aku pancen wong cilik ra kaya raja, iso mangan wae aku uwis trimo.. Iku petikan lagune Mas Didi Kempot, kang irah2ane “Aku Dudu Raja”.
Entah sejak kapan saya sangat ngefans dan hampir hapal semua lagu Mas Didi Kempot. Jaman sekolah dulu saya hampir saban hari memutar radio hanya untuk mendengar lagu2 Mas Kempot. Kalu sekarang, cukup putar d hp atau PC, pilih lagu apa saja sesuai kondisi hati. Cie ciee..

Nah, beberapa waktu lalu betapa senang saya melihat idola saya itu nongol di tipi dalam acara Kontes Dangdut Indonesia. Sungguh saya ini penggemar dangdut luar dalam. Karenanya, hampir tak pernah mau ketinggalan acara KDI 2014 itu. Bahkan tak bela2in tiap sore nongkrong di warung kopi, sekedar untuk menytaksikan acara KDI. Ada 5 penasehat di acara itu, dan aduh.. Teh Ike makin muda saja nampaknya. Ehm..

Hingga saat ini masih tersisa 4 peserta, setelah kemarin Buyung terjemput tanpa ada hak veto dari penasehat. Berbeda dengan beberapa peserta sebelumnya yg dibela oleh penasehat agar tetap tinggal. Namun apa mau dikata, banyak peserta yg bersuara bagus harus pulang terlebih dahulu. Maka begitulah. Saat kualitas tak lagi menjadi penentu, namun uang dan jumlah dukungan sebagai penentu utama. Buyung, yg bersuara sangat sumbang masih moncer hingga masuk 5 besar. Hingga disindir beberapa penasehat, termasuk Umi Elfi. Terakhir bahkan Joni Iskandar pun menyindir dg sangat jelas.

Tetapi tampaknya sebagai terdukung, buyung tetap melenggang penuh PD. Padahal suaranya.. Hadduuhh.. Menyedihkan sekali. Heran, dia selalu berada di posisi teratas saat polling via SMS. Begitulah, dukungan bisa kita berikan kepada sesiapa yg kiota senangi tanpa pernah mau melihat kenyataan. Meski tak berkualitas dan sangat tak pantas, tetap saja kita dukung mati2an bahkan dengan sejumlah harta yg kita punya.

Dalam berbagai kesempatan semacam KDI itu, saya sesungguhnya juga punya jago. Namun tak pernah saya lontarkan siapa dia, pun tak saya dukung via polling SMS karena memang tak punya pulsa. Toh mereka juga tak bakal pernah kenal saya. Saya cukup menonton dan menikmati saja. Jikalau ternyata nanti jago saya kalah, maka saya akan menyanyi lagu congdutnya Mas Didi, “tak lilakno tak lilakno, nadyan atiku lara..”
Itu. Hehe..

/2./

Jika tidak menulis status yang menyinggung masalah politik, lalu layakkah disebut sebagai buta politik? Demikian juga, jika saban waktu nulis tentang politik, berkomentar n berdiskusi layaknya politisi,apakah ada jaminan pintar berpolitik? Rakyat yang diam tanpa akses informasi yang memadai, bolehkan kemudian diklaim sebagai sasaran empuk kebohongan politisi? Apakah mereka yang hanya diam kemudian patut dicap sebagai tak peduli dan tak berpartisipasi politik? Kemudian, yang banyak menulis masalah politik dihalalkan mengklaim diri sebagai yang pintar politik dan menuduh yg diam sebagai goblok politik? Apakah politik itu goblok ataukah goblok itu politik? Entahlah, yg jelas, baik pinter maupun goblok, semua butuh makan. Itu.

/3./

Percayalah, bahwa dalam setiap massa kepemimpinan selalu saja ada yang diuntungkan dan ada pula yang dirugikan. Tentang siapa yang diuntungkan dan siapa yang dirugikan, tentu Panjenengan semua sudah lebih dari tahu.

Entah warisan jaman kerajaan atau jaman penjajahan, di negeri ini rasanya tak ada rasa kepemilikan yang damai. Setiap pemimpin selalu saja ada celanya. Dan cela itu yang dimanfaatkan lawan2 politiknya. Jadi kalau ada yang berkoar mari ikhlas membangun negeri, maka saya akan bertanya; Negeri yang mana?

Paolo Preire, sang pendidik multikulture yang saya kagumi pernah mengatakan bahwa adaptasi adalah bentuk pertahanan yang paling lemah. Sebab adaptasi hanya cocok diterapkan pada dunia tumbuhan dan hewan. Dalam kehidupan perpolitikan di negeri ini, tampaknya ungkapan itu kurang tepat diberlakukan. Kita musti liat, licin agar termungkinkan menyelusup ke mana saja. Tak cocok di sini, menyelusup kita untuk mendapat makan dari sana. Harus mampu menyesuaikan diri, sebab jika tidak maka sama saja “bunuh diri.”

Tak sepakat? Mari kita berdiskusi.

 

Salam.

Kategori:Uncategorized
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: