Beranda > aya hutan, motivasi, PAHI, Uncategorized > PROFIL PENGUSAHA BEKISAR APAHI (2)

PROFIL PENGUSAHA BEKISAR APAHI (2)

936108_128839117309463_633183629_nMenyambung tulisan sebelumnya tentang profil pengusaha (Peternak/breeder) bekisar yang ada di APAHI (Asosiasi Pelestari Ayam Hutan Indonesia), kali ini saya akan kupas sosok yang kedua. Akan diceritakan dalam tulisan ini tentang suka-duka beternak ayam bekisar. Tentu saja tak jauh beda dengan beternak unggas jenis lainnya, sebab banyak juga rekan yang mengalami hal yang sama. Ada kalanya meraup untung super banyak, namun di saat lain bisa juga mengalami bencana besar; seluruh ayam mati karena perubahan musim dan virus yang tak terkendalikan. Berikut ulasannya.

2. MERDEKA KEN

1480610_625540720835374_162116300_nLaki-laki bertubuh tinggi semampai, berkulit sawo matang dan berambut ikal ini lahir di Boja, Kendal, Jawa Tengah. Bermain Ayam Bekisar sudah terhitung lama, bahkan saat bekisar belum banyak dikenal masyarakat bawah. Kita tahu bahwa di jaman dulu, ayam bekisar dikenal sebagai ayam ningrat, ayam yang hanya mampu dikoleksi kalangan berkantong tebal.

Pengusaha Ayam Bekisar yang nama aslinya Hindrawan ini telah memulai beternak ayam bekisar sejak tahun 90an. Waktu itu si doi masih ngontrak tempat di daerah cangkiran, boja. Di APAHI, Merdeka Ken adalah satu-satunya peternak bekisar yang memakai sistem urut untuk mengambil sperma dari AHH pemacek. Berbeda dengan peternak lain, sebab ketrampilan ngurut sperma AHH ini sangat sulit dilakukan. Mungkin banyak orang yang mampu mengambil sperma ayam jenis lain dengan sistem urut, namun ada rahasia tersendiri untuk ngurut AHH. Salah sentuh, bisa-bisa AHH (Ayam Hutan Hijau) pemacek tak berumur panjang.

Bahkan kalangan peternak Magelang meyakini jika AHH tak bisa diurut seperti ayam lainnya. Jika diurut yang keluar adalah darah, dan lalu mati. Saat ditanya dari mana ilmu itu didapatnya, pengusaha yang juga senang kopi dan rokok ini menjawab sambil tersenyum, “Saya dulu kursus Mas, untuk bisa melakukannya”. Berapa biayanya? “Wah… lumayan mahal Mas. saat itu saya sampai harus jual motor kesayangan yang masih baru saja saya beli. Sudah lama bermimpi pengin punya motor, tapi ya mau bagaimana lagi. Demi sebuah ilmu ya terpaksa saya jual”. Hebat bukan, pembaca sekalian? Jika pengin tahu berapa harga kursus bikin bekisar, baiklah saya sampaikan; Kisarannya (waktu itu) adalah 10 juta rupiah. Kita akan dilatih tentang bagaimana mengambil sperma lalu menyuntikkannya ke ayam betina.

Ayah dari 3 anak itu melanjutkan ceritanya, bahwa semua tak semudah yang disangkanya. Pertama dia membayar 5 juta rupiah, tapi hanya dikasih lihat bagaimana cara mengambil sperma. Sampai di rumah dipraktekkan ilmunya, dan sembila ekor AHH jadi krmannya. Mati kesemuanya. Hahaha… berapa duit coba? Nah, ternyata harus bayar 5 juta lagi untuk mengantongi rahasianya. Saat mengurut AHH, ada bagian tertentu yang tak boleh disentuh atau ditekan, sebab akan menyebabkan kematian. Lima juta harganya.

Namun harga sepuluh juta ternyata tak seberapa, jika dibanding hasil yang akan didapatkannya. Lalu berapa hasil per bulannya? Lagi-lagi, sebagaimana Gus Chosim yang sebelumnya, Mas Wawan menjawab bahwa hasil dihitung bukan per bulan, namun per hari. “Bergantung jumlah indukannya Mas. Kita bisa merencanakan sendiri berapa hasil yang kita inginkan. Semakin besar keinginan, modal harus tambah, kerja semakin ekstra. Kita buat minimal saja Mas, dengan jumlah indukan 20 ekor babon kita akan mampu menghasilkan telur minimal 150 butir per bulan. dari 150 itu, kita anggap menetas 75%. dan didapat DOC jantan juga 75%. Harga DOC jantan sekarang 75 ribu, DOC betina 10 ribu. Silahkan hitung sendiri. dan itu bisa kita bisa bikin rencana untuk netas tiap hari lho Mas”. wah..wah..waaahh…. luar biasa kan pemiarsa?

1505987_632947813427998_343195781_nLebih lanjut, pemilik Usaha Mandiri CV Kenenza Merdeka ini menjelaskan, bahwa waktu yang dibutuhkan untuk mengurus usaha bekisar tidaklah banyak. “Cukup pagi dan sore Mas, yang penting kasih pakan saja. Sore hari ambil sperma dan menyuntikkannya”.  Saat ditanya tentang suka-duka beternak ayam bekisar, suami dari Indah Merdeka Ken ini menjawab diplomatis, “Semua usaha tentu ada resikonya Mas. Saya dua kali mengalami kegagalan besar. Yang terakhir barusan bulan kemarin, seluruh ayam saya koid. Bekisar yang sudah ditawar 7 juta dan 5 juta ikut mati. Semua babon dan AHH pemacek juga almarhum. Ini saya baru mulai lagi, nggak boleh kapok”.

1525133_632945283428251_1944867186_nMemang benar, bahwa semua usaha pasti memiliki resiko. Semakin besar peluang mengeruk laba, maka semakin besar pula peluang resiko yang harus ditanggungnya. Berminat memiliki Ayam bekisar produk Boja? Silahkan datang ke Kandang Merdeka farm, dusun Simbang, boja, Kendal Jateng 51381 . Atau bisa hubungi nomer HP 081327072867, 081228661340.

  1. 27 Januari 2014 pukul 8:45 pm

    pengen juga nih jadi pengusaha sukses tapi nggak punya modal deh. akhir nya jadi karyawan dulu deh hehehe😀

    • 28 Januari 2014 pukul 7:12 am

      Jadi pengusaha tak harus bermodal besar kok Mbak Ririn.. kayaknya.🙂

      • 28 Januari 2014 pukul 7:22 pm

        kalau modalnya dengkul, bisa nggak mas jadi pengusaha? hehee😀

      • 28 Januari 2014 pukul 7:45 pm

        Yaaa…kalau mau jadi pengusaha harus punya dengkul donk Mbak Ririn.😛

  2. 9 Mei 2014 pukul 6:17 am

    walah Masku mlebu blogke sapa khi … salam kenal, dari REMAJA GENTAN KIDUL BOJA.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: