Beranda > catatan harian, motivasi, Uncategorized > MENJELANG PEMILU 2014

MENJELANG PEMILU 2014

Belum juga sampai di tahun 2014, di sepanjang jalan yang kita lalui sudah banyak terpampang gambar-gambar calon anggota dewan yang (semoga saja) terhormat. Kesemua gambar terpampang pada sebuah kain spanduk MMT yang tentu harganya tidak murah. Selain itu, serupa tapi tak sama, di beberapa tempat saya juga melihat gambar-gambar jagung, kacang, ketela pohong dll beserta foto-foto calon lurah/kepala desa. Yang begitu itu biasanya hanya bermediakan kertas HVS fotocopy dan bukan spanduk MMT/digital printing.

Tak hanya di jalan-jalan, pun ternyata di media sosial facebook juga banyak calon-calon wakil (?) rakyat yang mulai mencari perhatian. Mereka memopulerkan dirinya dengan status-status yang sungguh mengarah kepada kebaikan dan keunggulan pribadinya. Banyak statement yang dituliskannya, dan semuanya menjadi semacam janji akan kebaikan dirinya nanti. Bahkan jika perlu membodohkan orang lain. Menganggap dirinya yang paling pintar, meski pernah DO dari bangku kuliah di salah satu PTN karena keterbatasan isi kepalanya. Tetapi memang begitulah seharusnya. Untuk menjadi politisi tak dibutuhkan kecerdasan. Yang dibutuhkan adalah mata buta, telinga tuli, otak bebal, hati yang mati. Tak perlu malu berpindah-pindah majikan. Dulu ikut siapa sekarang nemplok siapa, tak terlalu penting untuk dipikirkan. Oh, bukan; memang sepertinya tak akan pernah bisa berpikir.

Jika sekiranya ada yang membuat pertanyaan, sapaan, atau entah apa lagi yang sekiranya bisa menjatuhkan reputasinya, maka cukup dibiarkan saja dan tak perlu ditanggapi. Anggap saja itu adalah pertanyaan dan pernyataan bodoh. Para pendukung yang juga akan mencari untung tentu juga tak akan menggubrisnya. Yang penting mereka tetap dikasih makan oleh sang majikan.

Terlalu sering rakyat dibohongi, sekarang sebagiannya sudah paham dan mengerti. Bahwa tak pernah ada politisi yang tak ingkar janji. Maka sebaiknya, saran saya, dalam berkampanye dalam menyambut pemilu 2014 nanti mestinya janji para politisi sebaiknya begini; Saya berjanji akan korupsi, akan memperkaya diri, tak akan memperhatikan aspirasi, akan memperparah kondisi negeri ini, akan tidur di setiap sidang nanti, dan perilaku-perilaku jelek lainnya. Sebab seperti banyak diyakini, semua janji akan diingkari.

Sekedar tulisan ringan yang bodoh, tak perlu ditanggapi. Sebab menanggapi tulisan ini hanya akan menunjukkan kebodohan diri politisi. xixixixi..

Salam

  1. Tum
    24 November 2013 pukul 3:00 am

    saya berjanji akan korupsi sedikit saja, sekedar cukup buat balik modal.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: