BURUNG KICAUAN

Burung Penthet

Burung Penthet

Bermula dari seringnya membeli dan memelihara Ayam Hutan, kini saya mulai tertarik ke hobi burung kicauan. Memelihara Ayam Hutan dan Burung kicauan, sama sulitnya. Sulit karena musti meluangkan waktu untuk mengontrol pakan, kebersihan, kesehatan serta melatihnya agar jinak, mau makan voer dan lain sebagainya. Pokoknya rumit. Pekerjaan yang rumit hanya bisa dilakoni oleh mereka yang memang bener-bener cinta. Memang banyak yang awalnya tertarik dengan kecantikan warna dan tampilan Ayam Hutan Hijau, namun karena tingkat kesulitannya pada akhirnya menyerah juga. Muspro jadinya. Demikian juga dengan Burung Kicauan. Jika Anda berkesempatan berkunjung ke rumah saya, bisa jadi Anda akan tertarik untuk memelihara berbagai jenis hewan piaraan terutama Ayam Hutan Hijau dan Burung Kicauan. Mungkin.🙂

Mengawali sebuah hobi musti belajar dulu dasar-dasarnya. Tentang burung kicauan misalnya, kita harus paham betul dasar-dasar perawatannya. Ukuran kandang, kesehatan, cara menjinakkan, teknik memaster dan lain-lain. Maka mulailah saya dengan yang murah harganya terlebih dahulu. Burung Kutilang misalnya. Jenis burung yang satu ini banyak dibenci oleh para penghobi burung kicauan. Konon katanya, karena bisa merusak kicau burung lainnya. Selain itu suara kicauannya dirasa kurang menarik. Entahlah; padahal jelas hampir semua orang hapal akan lagu burung kutilang bernyanyi. hehe..

Saya tertarik dengan burung kutilang karena harganya sangat terjangkau. Cukup dengan 40 ribu rupiah sudah dapat membawa pulang sepasang burung kutilang. Pun mudah perawatannya, cukup dikasih pisang saja. Jika piara dari kecil, maka cukup diloloh dengan voer SKM khusus burung kicauan. Jenis burung ini juga mudah pomah. Jika lepas akan pulang kembali ke kandangnya.🙂

Selain burung kutilang, saya juga ada memelihara butung tekukur, puter, gelatik, ciblek dan yang terakhir saya beli adalah Burung Penthet. Ada juga yang mengatakan burung Cendet. Burung ini warnanya menarik, ekornya panjang dan suara kicauannya juga enak didengar hidung. Eh, telinga ding.😀 Hampir segala jenis hewan peliharaan yang saya miliki kesemuanya peliharaan dari kecil. Ada musang, Kucing Hutan dan berbagai jenis hewan lain. Yang paling banyak adalah Ayam Hias dan Ayam Petarung. Lumayan juga ternyata biaya untuk perawatannya. Dari mulai jagung, pisang, bekatul, susu, dan berbagai obat-obatan serta vitamin untuk mereka. Tetapi begitulah Hobi. Habis banyak tak juga merasa kapok.

Burung Pent

bungkus burung penthet

bungkus burung penthet

het menjadi pilihan bagi saya sebelum mampu mengadopsi Murai Batu, Anis Kembang, Cucak Rowo dan berbagai jenis Burung Kicauan lainnya. jenis-jenis burung yang saya sebut di akhir itu harganya sungguh fantastis. Paling murah kita harus mengocek kantong sebesar 2,5 juta rupiah untuk mendapatkan yang paling jelek.😦 Ternyata kekayaan alam kita luar biasa. Bahkan Burung vinch, si burung pipit pun harganya bisa mencapai ratusan ribu karena saking elok warna bulunya. Nah, apakah Anda tak juga tertarik untuk ikut memeliharanya? Jika belum siap mental dan waktu, saya sarankan lebih baik jangan. Sebab bisa mengganggu kemerdekaan Anda nantinya.😀

Salam.

  1. Jeremy
    20 Maret 2016 pukul 3:19 pm

    Mas, apakah untuk burung “tekukur” dan “puter” bisa di buat POMAH dan di lepas bebas dan tidak akan pernah minggat? Kalau mereka bisa di buat POMAH, bagaimana metode Pe-MOMAHAN nya?? ..Mohon di berikan pencerahan.. Matur suwun bnyk sblmnya dan Salam sejahtera -Jeremy

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: