Beranda > aya hutan, catatan harian, motivasi, PAHI, Uncategorized > ASOSIASI PELESTARI AYAM HUTAN INDONESIA

ASOSIASI PELESTARI AYAM HUTAN INDONESIA

APAHIAsosiasi Pelestari Ayam Hutan Indonesia yang kemudian disingkat APAHI adalah sebuah komunitas yang beranggotakan orang-orang yang memiliki kepeduian terhadap pelestarian Ayam Hutan. Komunitas ini semula bernama PAHI (Pelestarian Ayam Hutan Indonesia), namun karena sesuatu hal maka pada tanggal 30 Juni 2013 di forum Kopdar (Kopi Darat) PAHI Regional Jogja-Kedu disepakati sebuah keputusan untuk mengubah nama PAHI menjadi APAHI.

APAHI berpedoman pada asas pancasila dan mengedepankan persaudaraan dan kebersamaan. Bahwa AHH (Ayam Hutan Hijau) dan juga Ayam Hutan jenis lain yang ada di Indonesia semakin lama semakin memprihatinkan keberadaannya. Hampir tiap hari orang memburu entah dengan senapan, jerat maupun jaring yang pada akhirnya berujung pada ematian ayam hutan tersebut. Jika hal ini kita biarkan terus menerus, maka perburuan tak akan pernah berakhir dan ujung-ujungnya Ayam Hutan semakin langka atau bahkan ada kemungkinan akan segera musnah dari nusantara tercina ini. Yang dikhawatirkan adalah, jika suatu saat kita terpaksa mengimpor hewan endemik negara kita tersebut dari beberapa negara lain sebagaimana telah terjadi pada beberapa hewan lainnya.

Sangat disayangkan buan, jika kita harus membeli hewan asli daerah kita ke negara AS, malaysia, thailand dan negara-negara lain? Karenanya APAHI berjuang keras demi pelestarian Ayam Hutan. Mari bergabung bersama kami di APAHI demilestarinya kekayaan kita.

Salam..

  1. 20 Juli 2013 pukul 11:06 am

    met berjuang ya ka………

  2. rusydi hikmawan
    21 Juli 2013 pukul 2:49 am

    sebagai guru sekolah dasar di bawah kaki gunung rinjani lombok, sy juga beberapa kali beli ayam hutan, green junglefowl, atau ayam hutan hijau. dan di sini beberapa kali sy menemukan warga desa asli sini yg menangkap (pikat : bahasa sasaknya) red jungle fowl. kisaran harga yg baru ditangkap, bebrapa bulan lalu, 250 ribu, yg sudah jadi sekitar 1,5juta. tapi sekrang sy gak memelihara ayam hutan pak. sekarang sy memelihara ayam serama tiga ekor. satu ekornya udah saya jual bulan lalu.

    dan sebagai informasi tambahan, di sini semakin sulit ditemukan ayam hutan. dulu sy berencana memeliharanya, tapi berhubung masih menetap sama mertua, niat itu saya urungkan. bagi warga sasak asli, ayam hutan di sini hanya untuk dimakan, tidak dipelihara seperti orang2 kaya. semoga sukses asosiasinya pak.

  3. Reeatnaa Thea
    24 Juli 2013 pukul 9:26 am

    tetap jaga keutuhan, semangat melestarikan harus segera dipupuk dan dijaga..
    pesan ane kang, jangan sampai semua jenis Unggas asli Indonesia jangan sampai diperjualkan ke Negara lain..
    karena banyak faktor yang akan merugikan Bangsa kita…

  4. H. ENGKUS KUSNADI
    5 November 2014 pukul 6:23 pm

    Mohon ijin ingin bergabung, namun saya belum memiliki AHH. saya berniat ikut mencoba beternak AHH, saat ini saya sedang menyiapkan kandang umbaran ukuran 3m X 4m X 3,5m, di dalamnya disiapkan kandang/peneduh tempat bertelur dan ditambah tanaman perdu

  5. eko supriyatno
    22 Desember 2014 pukul 6:59 pm

    Saya dari padang (Sumatra barat) saya sangat tertarik bergabung dengan pecinta ayam hutan,saya punya ayam hutan sumatra tetapi cuma ayam betina saja saya ingin melestarikan ayam hutan.bagaimana cara kita saling memberikan kompirmasi selanjutnya. trima kasih.

  6. Aswanto
    10 Juli 2015 pukul 11:36 pm

    Saat menjelajah kawasan hutan lereng Merapi, hati begitu damai dengan suara lengkingan kokok ayam hutan. Saya tidak ingin penerbang yang hebat ini punah. Maka saya begitu lega dengan terbentuknya APAHI. Selamat, dan mari saling berbagi informasi seputar pelestarian dan cara penangkaran ayam hutan.

  7. Andysprabowo
    28 Juli 2015 pukul 10:08 pm

    Saya memiliki seekor ayam sempidan biru sumatera jantan, ada yang bisa informasi dimana untuk mendapatkan sempidan biru betina dewasa?

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: