MEMBACA

Foto3136Membaca buku, bagi sebagian banyak orang adalah pekerjaan yang sangat berat. Dulu, sebelum saya mampu membeli PC, saya selalu berusaha untuk terus dan terus membeli buku. Entah buku apa pun itu. Jika kehabisan stock buku untuk dibaca, seringkali saya mengulang dan mengulang lagi membaca buku yang itu-itu saja. Karena saya seorang perokok (Eh, saya merokok belum lama lho, sejak semester akhir kuliah kayaknya) maka saya membiasakan diri membaca buku di dapur sembari kebal-kebul. Alasannya? Saya tak mau anak-anak saya terganggu aroma asap rokok saya.

Saking banyaknya buku yang bertebaran, anak-anak saya seringkali menatanya persis seperti yang mereka lihat pada saat ada pameran buku. Lalu dikasih harga masing-masing buku itu. Saya, tentu saja, hanya bisa tersenyum. Istri saya juga seringkali jengkel dengan kelakuan saya. Bagaimana tidak? Di dapur, di almari, di ruang tamu, bahkan sampai di tempat tidur ada saja buku saya yang tergeletak. Ditata rapi, bertebaran lagi.

Tanpa saya sadari, ternyata kebiasaan saya membaca buku ditiru oleh kedua anakku. Ke mana pun pergi, selalu membawa buku. Seperti beberapa waktu yang lalu, saat saya pergi ke luar kota bersama kedua anak saya. Saya membaca buku di dalam angkutan dan ternyata anak saya tak mau kalah. Sungguh saya tidak tahu kalau ternyata anak saya juga membawa buku.🙂

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: