Beranda > catatan harian, motivasi, puisi, Uncategorized > Nasehat Untukku Yang Masih Muda

Nasehat Untukku Yang Masih Muda

Duhai engkau yang masih muda;
Belajarlah.
Jangan pernah berhenti.
Sebab berhenti berarti mati.
Di belakangmu ada sepasang roda pedati.
Yang siap menggilasmu jika sejenak saja engkau berhenti.

Belajarah.
Belajar tentang apa saja dan jangan pernah menutup diri.
Tentang seni, tentang puisi, tentang bela diri dan masih banyak lagi.
Jangan karena senang sastra lalu engkau menutup diri dari ilmu Matematika dan IPA.

Bertanyalah.
Kepada siapa saja, jangan engkau malu bertanya.
Ilmu itu tak mengenal kasta.
Sastrawan tak lebih mulia dari petani,
jika sastrawan itu senantiasa menutup diri,
senang meremehkan dan menyombongkan diri.
Apakah engkau merasa, bahwa pengemis itu hina?
O, di hadapan Tuhan yang paling mulia adalah yang paling taqwa.

Jangan takut, apalagi malu.
Tak ada manusia sempurna.
Jika boleh aku bertanya,
manusia mana yang mumpuni dalam segala?
Yakinlah bah itu tidak ada.
Maka jangan takut salah, sebab benar dan salah
adalah fitrah, yang disengajakan agar semangat manusia
tak pernah patah.

Berbagilah.
Kepada siapa saja yang membutuhkan jatah.
Jika ada yang bertanya maka jawablah
sesuai kemampuan yang ada.
Jika ada yang salah tolong benarkanlah, luruskanlah.
Sebab manusia adalah tempatnya benar dan salah.

jangan engkau tinggi hati.
Merasa pandai sendiri, tak ada yang mampu menandingi
di dunia ini. Keluarlah dari tempurung sempit itu.
Maka Engkau akan tahu bahwa dunia tak seperti yang ada
dalam angan bayangmu.

Merunduklah.
Tak bijak berjalan dengan kepala mendongak.
Bercakaplah, sebab berdiam diri tak baik ntuk kesehatan.
Duduk dan diamlah selama beberapa jam, maka pundakmu
punggungmu, tanganmu dan bahkan seluruh tubuhmu
akan terasa nyeri setelah itu.
Kau tirulah ilmu padi;
Makin merunduk makin berisi.

Jika memang salah, segeralah.
Diam atau meminta maaf. Jangan suka berbantah.
Sebab itu tk menyelesaikan masalah.
Berbantah, hanya menguras energi.
berbagilah dengan bijaksana.
Bersikaplah sekedar saja.

Jangan juga minta dipuji.
Sebab pujian akan mematikan hati.
Engkau akan sombong sebagai akibatnya nanti.
Apakah lalu harus menolak pujian?
O, bukan, bukan begitu kawan muda.
Sikapilah pujian dengan elegan.
Lalu jangan juga berlebih dalam memuji.
Sebab kelamaan pujianmu itu akan dimengerti
sebagai sampah basabasi.

Duhai Engkau yang masih muda,
Belajarlah.
Tentang apa saja.
Jangan menutup diri, apalagi tinggi hati.
Merasa yang paling lelaki di dunia ini.

Semarang, 20/05/2013

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: