Beranda > aya hutan, catatan harian, PAHI, Uncategorized > KEBUN BINATANG ATAU KEBUN AYAM?

KEBUN BINATANG ATAU KEBUN AYAM?

Memiliki kebun binatang sendiri adalah salah satu impianku. Tetapi, untuk bisa memiliki kebun binatang sendiri tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Berapa duit untuk membeli seekor Gajah Sumatera, Harimau Kumbang, Harimau Sumatera, Unta Arab, Burung Unta, Burung Betet, Komodo, dan hewan-hewan besar lainnya? Belum lagi luas lahan yang dibutuhkan, biaya kandang, biaya pakan serta perawatan dan lain-lain. Rasanya memiliki sebuah kebun binatang pribadi, hingga saat ini hanyalah menjadi sebuah impian kosong. Tak tahu ke depannya nanti. Semoga bisa terwujud impian sederhanaku itu.

Namun demikian, bukan kemudian harus putus harapan. Untuk mencapai sebuah impian harus dilakukan langkah-langkah nyata. Maka sejak awal saya mengoleksi beberapa binatang yang harganya CUKUP terjangkau oleh isi kantongku. Misalnya berbagai jenis ayam dan hewan-hewan kecil lainnya yang jarang dimiliki orang umum seperti Musang pandan, Musang Rase, Musang Bulan, Kucing Hutan, Ayam Hutan, Kelinci, Kura-Kura, berbagai jenis burung serta ayam hias lainnya. Oh, ya mungkin Anda belum mengenal berbagai macam ayam hias yang ada di Indonesia. Itu bisa saja terjadi, sebab ternyata banyak juga kawan saya yang betah berkunjung ke rumah hanya untuk melihat-lihat berbagai hewan piaraan yang kukoleksi, terutama ayam hias.

Beberapa ayam has yang belum banyak dikenal masyarakat antara lain Golden phesent, Bantam Phoenix, Onagadori, Lady peasent, kuau, sempidan, Ayam Hutan, Ayam Poland, Ayam Batik Kanada, Ayam Batik Italy, Ayam Pelung, Ayam Serama, Bekisar, dan lain-lain. Kesemuanya itu masuk kategori ayam hias. Berbeda dengan Ayam Bangkok, Ayam Betet, Ayam Philipin, Ayam Saigon dan lain-lain yang masuk kategori ayam petarung.

Melihat kenyataan itu, maka untuk sementara impianku aku alihkan. Yang semula ingin memiliki kebun binatang, kini cukuplah untuk sementara memiliki Kebun Ayam sebagai penawarnya. Ternyata khasanah kekayaan alam di negara kita sangat luar biasa. Ayam kampung saja, banyak ragam jenisnya. Entah itu dalam hal warna, bentuk dan ukuran tubuh serta beberapa keunikan lainnya. Nah, tertarikkah Anda untuk mengunjungi Kebun Ayam saya? Sementara ini masih gratis, sebab belum memiliki legalitas keberadaannya. Suatu saat nanti, semoga saja, kebun Ayam milik saya akan terdaftar sebagai salah satu tempat wisata yang ada di Indonesia. Amin.🙂

  1. Belum ada komentar.
  1. 17 Agustus 2014 pukul 5:38 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: