Beranda > aya hutan, catatan harian, PAHI, Uncategorized > Menolong Ayam Hutan Dehidrasi

Menolong Ayam Hutan Dehidrasi

934909_555006937877073_1129407256_n

Jika Anda pada suatu waktu nanti mengalami kejadian seperti ini, ayam dikirim dari tempat jauh sehingg Ayam Hutan mengalami Dehidrasi, maka lakukanlah langkah-langkah pertolongan sebagai berikut:
Pertolongan pertama/hari pertama: basahi bagian sayap dalam kiri kanan,paha dalam kiri kanan,dan dubur pakai spon atau d semprot hingga basah,kemudian ayam di angin-anginkan. Untuk mengangin-anginkan bisa digunakan kipas angin dengan kecepatan no 1 yang dihadapkan langsung mengarah ke ayam, biarkan hingga kering. Mungkin hal ini akan memakan waktu 1-2 jam. Lalu, untuk menjaga kehangatan, pada malam harinya kandang diberi lampu 5 watt dengan jarak kira-kira 2 jengkal dari kepala ayam.

Hari kedua: si ayam sdh mulai duduk dan mata sdh mulai terbuka tapi belum bisa berdiri. Pagi harinya, sekira sudah keluar matahari, ayam dijemur sebentar kurang lebih 30 menit, kemudian dilakukan semprotan kembali ke area yang tadi hari pertama. Bisa jadi ayam belum mau makan dan minum. Semprotkan air sedikit saja pada bagian paruh, agar si ayam bisa kena asupan air, kemudian ditinggal. Siang harinya akan terlihat ayam sudah mulai berdiri tapi masih lemah. Berikanlah (di sampingnya) babon jinak untuk menemani, maka sebentar kemudian Ayam Hutan sudah mau minum di batok. Bisa juga diberikan seduhan air gula+ madu. Sampai langkah ini, bisa jadi blm mau makan sampai sore. Malam harinya, seperti sebelumnya, berikanlah beri lampu 5 watt di dalam kandangnya.

Hari ketiga (kir-kira pkl 5:30): Akan terpantau ayam sedang ngereki babon yang disampingnya pertanda ayam sudah sehat. Jika sudah demikian, maka cobalah untuk memberikan jangkrik kepadanya. jika Ayam Hutan dehidrasi sudah mau makan, maka boleh ditambah lagi hingga bisa menghabiskan 15 ekor jangkrik pagi.

Demikin Tips untuk mengatasi Ayam Hutan Dehidrasi akibat perjalanan jauh. Semoga ayam-ayam Hutan Anda sehat semua. Amin..

919718_598192933532306_88486668_o

Salam.

  1. 12 Mei 2013 pukul 1:55 pm

    keren ayamnya

    • 12 Mei 2013 pukul 6:01 pm

      Mantabs kan Mas? Endemik Indonesia, plasma nuftah yang perlu djaga kelestariannya.🙂

  2. 12 Mei 2013 pukul 7:52 pm

    Ayamnya unik, jenggernya warna ungu, bulunya warna-warni. Kokoknya bgm, apakah sama spt ayam biasa?

    • 13 Mei 2013 pukul 1:49 am

      toh kokok ayam hutan saya ada di sini Mbak, silahkan cek and ricek.🙂

      • 15 Mei 2013 pukul 4:34 am

        Wah ada videonya, terima kasih😉.

  3. 15 Juni 2013 pukul 10:56 pm

    waduh itu ayam bagus banget ya–mas bro kalau makanannya itu apaan tuh–dedek atau yang lain–apa bener ayam hutan itu lebih lincah dari pada ayam kota ehh#thank ya sudah masuk blog aku

  4. prima
    12 November 2013 pukul 11:45 am

    mas brow, tlong mint alamatnya panjenengan

    • 14 November 2013 pukul 10:13 pm

      Saya di Semarang Mas.🙂

  5. prima
    12 November 2013 pukul 11:45 am

    saya mau tanya tentang ayam alas betina

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: