LALAT

Menurut entah siapa, rumah yang saya tempati sekarang ini termasuk dalam istilah ‘tusuk sate’. Rumah ‘tusuk sate’ konon kabarnya tak akan pernah bagus jika digunakan untuk membangun usaha pertokoan. Dan sungguh saya tak bisa menjelaskan hal tersebut dengan ilmu feng sui. Tetapi hal tersebut bisa jadi benar, karena rumah model tusuk sate adalah rumah yang menghadap persis ke subuah pertigaan jalan. Jika kita berdiri tepat dihalaman dan membelakangi rumah, maka kita akan melihat jalan lurus di depan kita. Jika ada kendaraan gaspolremblong, bisabisa kita akan deterabasnya.🙂

Jika kita berjalan lurus ke depan menyusuri jalan, maka tepat 500 meter di depan rumah kediamanku akan didapati kawasan ternak ayam petelur yang teramat luas. Puluhan ribu ayam merah dipelihara di situ. Ayam-ayam yang diberi jatah makan dan minum berkecukupan, agar manghasilkan telur yang banyak. Selama masih mampu menghasilkan telur, ayam akan diberi asupan gizi yang mencukupi. Setelah habis masa bertelurnya maka nasibnya akan berakhir di mata pisau. Begitulah ayam itu.

Bukan, bukan itu yang saya maksudkan dari gerundelan ini. Tetapi ada satu hal dan yang lainnya lagi. Makanan ayam itu dibuat dari entah bahan apa, tetapi pakan yang murahan akan menghasilkan aroma yang tak karuan. Baunya bisa merambat hingga ratusan meter. Tak hanya itu saja, aroma khas itu ternyata mampu mengundang lalat agar berdatangan. Ya, lalat. Binatang kecil yang suka menjilat. Di tambah musim buah, populasi lalat meningkat cepat. Lalu dari mana asal mula lalat? ah, itu pertanyaan bodoh.

Seperti misal di tempatku. Ada saja lalat yang menggangu, datang dan pergi sesuka hati. Lalat, binatang penjilat yang memiliki 2 sayap. Konon satu sayap mengandung racun, satunya lagi sebagai penawarnya. Apakah kamu percaya?🙂

Lalat begitu suka menempel di kepala, lalu menjilatinya. Ya, seperti kepala saya, misalnya. Betapa binatang lalat itu suka menjilatnya. Tentu kepala saya tak mampu berbuat apa-apa. Sebab mata tak melihatnya, karena lalat tak di depannya. Maka aku akan menepuknya. Sekali tepuk, 2 lalat tumbang.

Lalat
binatang penghisap yang suka menjilat
hinggap di jidat, buang hajat lalu melesat
tubuhnya bantat, tingkahnya bak pejabat
tunggu tepukanku duhai, lalat jahat.

awal pebruari 2013.

Kategori:Uncategorized
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: