PUISI PERNIKAHAN

Selamat pagi Kawan-kawan..
Jika Anda sastrawan, pasti sudah paham betul akan berbagai aliran yang dianut para sastrawan. Pun sudah hapal luar kepala mengenai berbagai macam bentuk puisi. Megenai aturan menulis puisi, tulisan seperti apa yang termasuk jenis prosa atau pun puisi tentu sudah paham pakai banget sekali. Anda tahu kan? Ada puisi berkabar, ada pantun, ada gurindam, ada puisi (2,7), ada puisi cinta, puisi pamflet, puisi bak truk dan lain-lain. Maaf, karena saya bukan sastrawan juga puisiwan tentu jenis puisi tak mampu saya ungkap semuanya di tulisan ini.

Tetapi begini, jika kita dan juga Anda bukan termasuk sebagai yang saya sebut sastrawan dan juga puisiwan apakah benar kita tak layak nulis dan baca puisi? Tentu tidak. Setiap kita berhak berpuisi. Puisi milik siapa saja, tak mengenal kelas dan kasta. Sebab ternyata, puisi ada di mana-mana. Setiap tulisan yang indah bisa jadi masuk kategori puisi. lalu bagaimana cara menulis pisi? Nah, itu yang saya pikirkan sejak tadi. Sebab saya ini, kemarin sore diSMS seorang kawan yang request satu puisi. Entah apa alasannya, kawan saya itu meminta saya untuk menulis barang satu atau dua bait puisi untuk disematkan pada sebuah undangan pernikahan. Tentu saya kuwalahan, tak bisa tidur semalaman. Menulis puisi, bukanlah hal yang gampang. Terlebih hanya dikasih waktu satu malam.

Lalu eh lalu, apakah saya harus menolak permintaan itu? Tentu tidak segampang itu. Jika seorang teman meminta, tentu saja sudah agak kuat alasannya. Pasti kawan saya itu mengira saya ini pencinta sastra. Padahal owalaaaahh.. saya tidak mengenal sama sekali siapa sastra. Lalu bagaimana solusinya? Ya kita buat saja puisi pernikahan sejauh yang kita bisa.

Saya bahkan sudah mengusulkan agar kawan saya itu pesan saja puisi pada si pencetak undangan, tentu di sana banyak sekali model dan contoh puisi. Tetapi tidak, katanya. dia kawanku itu tetap saja menginginkan puisi dariku. Alasannya biar beda dan spesial. Spesial? tanyaku. Benar, spesial karena diharapkan akan berbeda dari puisi yang lainnya. Jikalau bisa bahkan akan dibacakan saat perhelatan tiba. Artinya akan berbeda. Jika kebanyakan sebah event pernikahan para tamu dihibur dengan solo orgen dan yang lainnya, kali ini akan disuguhi berbagai macam pembacaan puisi. Sudahkah Anda pernah melihat yang semacam ini? Pesta pernikahan yang dilengkapi dengan pembacaan puisi oleh seorang yang bahkan bingung saat akan menyusun sebuah puisi?

Nasib kawan. Nasibku begini nian. Ditugasi membuat puisi, puisi spesial yang harus dibacakan saat pesta pernikahan nanti. Sungguh pusing tujuh keliling kepala ini. Hingga sekarang bahkan sebait pun belum jadi, apatah lagi berbait hingga tersusun gurindam 12 nanti. Nah Kawan, adakah diantara kalian yang berkenan membantu saya untuk bisa keluar dari maalah pelik ini? Tolong bikinkan saya puisi.

Salam.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: