Beranda > catatan harian, motivasi, Uncategorized > JUAL BELI ON LINE, SAYA PILIH BANK MANDIRI

JUAL BELI ON LINE, SAYA PILIH BANK MANDIRI

Sebagai anak desa tulen, semenjak kecil hingga selesai sekolah, saya babar blas belum pernah bersentuhan dengan yang namanya BANK. Semasa kecil dulu yang saya tahu hanyalah BANK Thithil (Bank harian) yang jika kita pinjam hari ini, maka besok pagi sudah harus mulai mengangsur. Karenanya Bapak juga simbokku tak pernah berani pinjam ke Bank “Penolong” seperti itu. Mungkin takut tidak akan mampu mengangsur karena bukan pengusaha, tapi hanya buruh tani yang memiliki hasil tak pasti. Maka begitulah.๐Ÿ™‚

Di masa masih sekolah pun saya tidak mendapatkan pelajaran mengenai bank/perbankan. Belum pernah saya mendapatkan keterangan apa dan bagaimana bank, serta fungsi dan manfaatnya. Maka tak heran jika kemudian saya hanya tahu bahwa fungsi bank adalah sebagai tempat menyimpan dan meminjam uang. Tak lebih dan juga tak kurang. Pun saya tak pernah punya rasa keingintahuan mengenai bank, karena memang saya (waktu itu) memang belum membutuhkan. Perihal bank dan seluk beluknya baru saya ketahui saat diajak seorang teman (mahasiswa ekonomi) untuk memenuhi kuota kehadiran dalam ujian skripsinya yang bertemakan bank. Dari situ saya tahu apa itu BMT, Bank Konvensional, bank Syariah dan lain-lain. Tapi hanya sebatas itu. Hingga saat itu, bahkan sekali pun saya belum pernah berani membuka pintu bank untuk masuk ke dalamnya. Sebab jika masuk bank, lalu apa yang harus saya lakukan? Menabung jelas tak ada uang, meminjam uang jelas tak ada keberanian. hiks…๐Ÿ˜ฆ

Nah, Kawan. Barulah beberapa bulan yang lalu saya “terpaksa” bersentuhan dengan yang namanya BANK. Awal ceritanya, karena saya senang membaca buku. Memiliki akun facebook adalah sebuah kebanggaan tersendiri buatku. Di facebook saya bisa menulis banyak hal, juga belajar banyak tentang dunia perbukuan dan kepenulisan kepada para sastrawan, penyair dan penulis buku. Lama berteman dengan para penulis, akhirnya saya berniat membeli buku-buku karya teman-teman penulis itu. Tapi muncul kendala baru. Uang ongkos buku harus ditransfer via rekening bank. Mumetlah saya.๐Ÿ˜€

Tapi nampaknya tak ada jalan lain. Sejak saat itu saya harus bersentuhan dengan bank, meski sebatas mengirimkan uang. Transfer biaya pembelian istilahnya. Diberilah saya beberapa alamat rekening teman-teman. Saya tak pernah membeli buku yang harganya hingga ratusan ribu, karena memang belum mampu. Paling banter antara 50-80 ribu rupiah. Saat saya mentransfer biaya sebesar 50 ribu lewat sebuah bank tertentu, kagetlah saya. Mengirim uang ternyata kena biaya kirim. Dari yang semula 50 ribu rupiah menjadi 55 ribu rupiah. Yang 5 ribu rupiah adalah biaya transfer. Pembelian berikutnya saya coba menggunakan jasa BANK MANDIRI. Ternyata tak sedikit pun dikenai biaya lainnya. Sungguh saya bersenang hati. Maka sejak itulah saya memilih BANK MANDIRI dalam setiap kali bertransaksi.

Cerita selanjutnya lebih menyenangkan. Karena saya telah berhasil membuat banyak tulisan di berbagai blog, ternyata ada seorang teman yang menawarkan kepada saya untuk menjadi pengisi blog(author)nya. Saya sih suka-suka saja, yang penting ada media untuk menulis. Tak kusangka, ternyata menulis itu ada bayarannya. Lalu muncul kendala berikutnya yang hampir sama dengan sebelumnya. Saya harus memiliki rekening BANK MANDIRI untuk mentranfer honor saya. Sungguh tak kusangka sebelumnya. Nah, karena saya bekerja seringkali di luar kota, maka pada suatu kesempatan saya memberanikan diri mendatangi kantor cabang BANK MANDIRI di kota yang saya singgahi. lalu kagetlah saya, karena ternyata rekening harus dibuat di kota sesuai dengan alamat yang tercantum di KTP kita. Inilah pengalaman pertama saya. Sungguh berharga kan, Kawan?๐Ÿ™‚

Lalu bulan berikutnya saya mencoba mendaftar lagi di kota tempat tinggal saya. Di ruang mewah ber-AC itu, selama sekian jam saya menunggu antrian. Lalu sebatas pengalaman lagi yang kudapati. Kali ini, karena KTP saya masih dalam proses perpanjangan. Selain KTP, saya juga memperbaharui KK (Kartu Keluarga). Maka proses pembuatannya butuh waktu agak lama. Dua minggu baru bisa jadi keseluruhannya. Saya sebenarnya sudah memohon bahkan sedikit memaksa, namun antisipasi BANK MANDIRI sungguh luar biasa. Calon nasabah harus bisa menunjukkan KTP asli dan tanpa toleransi. Maka pulanglah saya, gagal untuk yang kedua kalinya.

Sebulan setelahnya saya kebali lagi, mendatangi kantor Bank Mandiri. Mantab nian, berjalan penuh keyakinan. Istri dan 2 anak saya ajak turut serta, sekalian jalan-jalan ke kota. Sungguh mengasyikkan, betapa anak dan istri saya menjadi sangat senang. Lalu di kantor Bank, tak kurang dari 2 jam saya menunggu antrian. Maka setelah mendapat bagian, saya maju ke depan disambut CS (Customer Service?) yang aduhai, wajahnya cantik nian. Saya kaget ketika diajak berjabat tangan. Tangannya halus nian, suaranya merdu tak terperikan. Maka begitulah, Saya jadi gelagapan.๐Ÿ™‚ Petugas Bank mempersilahkan saya duduk, lalu menanyakan beberapa persyaratan serta form isian. Cermat sekali pegawai bank yang cantik ini. Satu persatu semua diteliti, jika ada yang kurang saya dipersilahkan melengkapi. Saat sampai pada isian nomer telphone rumah/kantor, pada bagian ini saya gagal lagi. Nomer rumah tak ada, telephone kantor saya juga tak punya. โ€œTelephone saudara atau tetangga?โ€ dia bertanya. Kembali saya tak bisa menjawabnya. Sementara 2 anak saya sibuk mengambili permen di meja serta bermain lompat sana lompat sini, terkadang mencandai petugas Bank yang cantik itu.:) Saya akhirnya pamit pulang, gagal untuk yang ketiga kali.

Untuk kisah yang terakhir kali, sendirian saya mendatangi kantor Bank Mandiri dan kembali mengantri. Dua jam lebih, hingga ngantuk berat mata saya kanan dan kiri. Jam 2 siang saya dapat giliran, selama 2 jam pula dengan CS saya berhadapan. Artinya hampir jam 4 sore urusan rekening saya baru selesai. Mengapa sampai 2 jam? Ya, karena kembali petugas cantik itu menerangkan kepada saya tentang apa itu mandiri kta, mandiri kpr, mandiri tabungan, mandiri tabungan rencana serta mandiri kartu kredit seperti yang ada dalam video ini. Begitulah; Saya punya rekening bank kali ini, BANK MANDIRI lagi. Keren kan, kawanmu yang satu ini?๐Ÿ˜€

Salam Mandiri

NB: Tulisan ini saya buat dalam rangka mengikuti lomba blog contest BANK MANDIRI. Silahkan klik gambar berikut jika ingin mengikuti:
Blog Kontes Bank Mandiri

  1. r10
    28 Desember 2012 pukul 6:05 pm

    yup mau buka rekerning musti di kota asal ktp

    • 29 Desember 2012 pukul 9:22 am

      walah. Saya juga baru tahu setelah ke kantor Bank itu je Mas. Jan ndeso tenan kok..

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: