Beranda > catatan harian, cerpen, puisi, Uncategorized > SI PINTAR DAN SI BEJO

SI PINTAR DAN SI BEJO

Keduanya adalah temanku sejak kecil dahulu. Kepada mereka aku selalu cemburu. Padahal, terus terang, mereka tak lebih ganteng dibanding aku. Tetapi entahlah, aku juga tak tahu.

Saat masih di SD dulu, si Pintar dan si Bejo selalu mendapat nilai lebih baik ketimbang aku. Si Pintar selalu rajin belajar. bahkan seringkali aku melihatnya hingga tertidur, kepalanya tergeletak di meja saat belajar. Sedang si Bejo tak sekalipun aku melihatnya sinau. Setiap hari si Bejo main ke sawah entah cari jangkrik entah cari rumput. Kadangkala ia mancing berhari-hari, tak menyentuh buku sama sekali. heran, saat ujian datang si Pintar dan si Bejo mendapat nilai yang lebih baik ketimbang aku. Kalau si pintar aku memaklimi, tapi si Bejo, walah, tak salah jika harus aku cemburui.

Suatu kali kami bermain, blusukan ke dalam hutan. Hendak mencari maja pahit, widoro, rempeni, atau sejenis burung dan binatang lain yang bisa kami pelihara. Berjam-jam masuk hutan, hasil buruan sudah lumayan. Maka kami hendaklah pulang, sebab hari menjelang petang. namun malang, kami bertemu harimau belang. Kaget, kami lari tungganglanggang. Si Pintar menggunakan akal, mengelabui harimau kumbang. Aku mengikuti si pintar. Maka si Bejo, yam si Bejo jadi satu-satunya incaran. Si Bejo ketakutan, tak mampu dia bertahan. Hahimau kumbang menyeringai, bergembira hendak mendapat makan. Tubuh si Bejo gemetaran. Harimau kumbang berjalan pelan, menuju tubuh si Bejo dan hendak dimakan. lalu tiba-tiba, Doorrrr.. Harimau tumbang. Peluru seorang pemburu, menembus tepat jantung harimau itu. Begitulah Bejo itu.

Nah, Kawan. Seperti aku katakan di depan tadi, si pinter dan si Bejo tidaklah seganteng aku ini. Namun si Pinter ya tetep pinter. Banyak kali dia membaca buku, termasuk bagaimana teknik merayu. Pandai sekali dia itu. Banyak perempuan cantik dibuatnya gila, gara-gara rayuan gombalnya. Tentu aku memakluminya. Tapi si Bejo, aku sungguh tak habis pikir. Ganteng tidak, kaya juga ndak, pinter apalagi. Gobloknya itu setengah mati. Namun lagi-lagi, nasib bejo menghampiri. Dia, oh kawan, mendapat pacar cantik sekali.

Lalu kami sama-sama mengikuti test masuk Perguruan Tinggi negeri. bagi si bejo, aku yakin tak mampu dia menyelesaikan ujian yang sulit ini. Aku senyam-senyum saat menunggu pengumuman nanti. Si bejo selalu aku godai, kacian deh lu, kataku. lalu saat pengumuman tiba. Si bejo dan si Pintar sama-sama diterima. Oh, jantungan aku dibuatnya.

Jika aku ceritakan seluruhnya, kisah tentang si pintar dan si Bejo seakan tak akan ada habisnya. Si Pintar yang luar biasa, dan si Bejo yang selalu baik nasibnya. Lalu kepada mereka aku bertanya, sesungguhnya apa resep rahasianya. Kalian tahu, kawan, jawaban mereka sama. SAMA-SAMA SUKA MINUM JAMU. he.he..

Salam.

  1. 5 Oktober 2012 pukul 3:50 pm

    wahaha temen2nya ajaib.

    • 5 Oktober 2012 pukul 4:35 pm

      Begitulah Mas Ilham. he.he.. 🙂

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: