Beranda > catatan harian, motivasi, Uncategorized > Ayam Hutan Hijau, Endemik Indonesia

Ayam Hutan Hijau, Endemik Indonesia

Koleksi AHH (Ayam Hutan Hijau) saya bertambah lagi. Empat ekor kuthuk umur kurang lebih 1 bulan hasil tetasan telah saya bawa pulang. Kamis (27/7/’12) saya mengitari daerah Wonosobo dan Temanggung guna mendapatkannya. Sebenarnya mudah dan banyak jika hanya ingin mendapatkan AHH dewasa hasil tangkapan (jeratan/jaringan) namun saya sengaja mencari yang masih unyu-unyu.

Sifat alami AHH adalah liar. Sebagaimana bangsa burung lainnya, Ayam Hutan Hijau terbiasa hidup liar di alam bebas. Jika belum terbiasa dan ahli, sulit rasanya bisa menangkarkan hewan tersebut dari hasil tangkapan. Bisa-bisa si burung akan mati dalam waktu tak lebih dari seminggu. Eman-eman dan kasihan kan..

Saya sungguh tertarik dengan ajakan seorang kawan di Grup Pelestarian Ayam Hutan Indonesia;

 Saudaraku semua, sbg pecinta ayam kita harus benar2 menyukai bahkan ‘mencintai’ ayam alas hijau (Gallus Varius atau Green Jungle Fowl). Sebab,kita harus sadari sejak sekarang mumpung belum telat bhw Gallus Varius ini benar-benar ‘milik kita’ org Indonesia! Gallus Varius adalah ayam endemik Indonesia asli yang bahkan penyebarannya terbatas pd pulau tertentu saja..! Tidak ada satu pun negara lain yang bisa mengklaim Gallus Varius sbg ayam endemik negaranya. Merdeka !!

Mengapa saya tertarik? Betapa banyak saya telah temui orang yang menyesalkan semakin punahnya AHH di daerahnya. “Dulu tiap pagi dan sore, di daerah sini sering terdengar cekikrek ayam hutan Mas, sekarang sudah tak pernah lagi terdengar.” Begitu komentar yang sering saya dengar. Bagaimana AHH bisa hilang dari habitatnya? Ada banyak faktor. Rusaknya habitat alami AHH dan juga perburuan liar adalah contoh diantaranya.

Jika saya berikan gambar berikut, apa komentar Anda, kawan-kawan?

Saya juga pernah membeli AHH yang mata kanannya buta karena kena peluru. Ketika pemburu itu saya tanya tentang apakah dia tidak khawatir jika suatu saat AHH punah, jawabannya mengagetkan sekali. “Ya tak mungkin lah, lha wong hari ini saya tembak seminggu kemudia ada lagi yang berkokok di tempat itu. Minggu kemarin saya malah dapat 3 ekor.” Pemburu yang berpendapat seperti itu tentu sudah sulit untuk disadarkan kembali. Bahkan konon katanya daging ayam hutan jauh lebih enak dibanding daging ayam jawa/ayam ras.

Kita yang peduli tentu akan prihatin. Sampai saat ini, entah berapa banyak hewan maupun tumbuhan yang semakin lengka keberadannya di bumi Indonesia ini. Burung kepodang, perkutut, cendrawasih, elang jawa dan masih banyak yang lainnya. Jga ikan arwana. Ikan arwana boleh dipelihara, namun harus pakai ijin. Sejauh yang saya tahu, arwana sudah hampir hilang dari habitat aslinya. Karenanya setiap anakan arwana hasil penangkaran, akan diberi chips penanda pada tubuhnya.

Lalu mungkinkan Ayam Hutan Hijau yang asli endemik Indonesia itu akan punah pada suatu ketika? sangat mungkin. Maka saya sepakat komentar seorang teman saat sedang membahas tentang kemungkinan dimasukkannya AHH dalam daftar hewan langka yang dilindungi;

 Kalo kita sudah lihat indikasinya bahwa ayam hutan hijau akan dilindungi, sebaiknya kita prepare dengan siapin semua keperluannya.

catat semua indukan dan beri pengenal, catat juga proses perkawinannya, catat setiap generasi yang lahir di penangkaran kita lengkap dengan dokumentasinya. dengan begitu, apabila ayam hutan hijau sudah di sahkan jadi hewan dilindungi, kita akan mudah mengurus legalitasnya karena semua bukti bahwa kita bisa menangkarkan telah tersedia.

apabila kandang kita terbukti bisa menghasilkan lebih dari 3 generasi, setahu saya 75% hasilnya bisa kita manfaatkan. jadi bukannya kita melanggar undang2nya (ayam di rampas, kena denda atau bahkan kurungan), tetapi kita malah bisa memanfaatkan hasilnya. prinsipnya jangan lawan aturannya, tetapi ikutlah bermain sesuai dengan aturannya.🙂

Begitu dulu ya, Kawan..

Salam.

  1. 14 September 2012 pukul 7:56 pm

    Salam kenal pak sesama pecinta ayam hutan hijau….. hehehehe

    • 15 September 2012 pukul 1:03 pm

      Sipp. Punya piaraan AHH berapa ekor mas? Breeding galur murni apa dibikin bekisar?

  2. pramono
    14 Oktober 2012 pukul 2:34 pm

    mestinya hrs sudah dilarng utk dibunuh, ini ayam atine cilik/gampang stres sehingga kebanyakan mati dlm piaraan, breeding si galus2 ini hrs di desiminasikan agar bisa berkembang pula utk yg domestikasi, kontruksi kandang bertingkat tingkat dg lantai pasir dan tempat sembunyi dibagian/lt teratas akan membantu proses domestikasi bila mau breeding mk sediakan kotak yg rapet utk bertelu betina agar telur aman; tentunya juga prinsip2 piara ayam/burung yg lain tetep dilakukan, waslm

  3. Wiedy
    6 November 2012 pukul 9:10 pm

    Mari sama2 menjaga kelestarian ayam hutan.. kasihan sekali kalau sampai ditembak seperti itu.. pingin makan ayam?? di pasar kan banyak ayam kampung.. menembak saya hobby tapi jauh lebih hobby pelihara ayam hutan..

  4. 28 Desember 2012 pukul 12:31 am

    kasihan amat tuh ayam, jadi foto model tapi posenya waktu udah mati, berpose dengan senapan yang menembaknya lagi
    😥

    tragis amat nasibmu, AHH

  5. saiful
    25 April 2013 pukul 7:18 am

    Sy ikut sedih.. hiiiiiiks
    Pertama kali sy denger suara AHH -2006- saat bertugas di Daerah Kp. Licin (+- 16km dr kawah Ijen).. pengalaman yg tak akan pernah terlupakan.. sore itu, sy denger suara yg belum pernah sy denger sebelumnya.. sy tanya sama penduduk setempat “Itu suara Ayam Alas, Mas!” jawabnya.. sy langsung dekati sumber suara itu.. kira2 jarak 20 meter.. tiba2.. Berrrrrrrr! Ayam Alas itu terbang.. Baru tau kalo mereka bisa terbang..
    Sejak saat itu sy mulai ‘jatuh cinta’ sama AHH..
    Salam kenal buat Para Breeder AHH.. Semoga suatu saat sy bisa jadi Breeder AHH juga..
    Supaya AHH tidak punah.. Amiin.

  6. tajirullah
    13 Agustus 2013 pukul 7:46 pm

    Ku doakan semoga diberi kesadaran,karena Tuhan tidak sia-sia menciptakan semua mahluk. Aduuuh….. kok semudah itu menjadi penyebab hilangnya Roh……?

  7. matly
    26 September 2013 pukul 12:30 pm

    saya sangat mengecam karena saya juga pecinta ayam hutan……………

  8. fredy milenio
    20 Mei 2014 pukul 4:01 pm

    gan, gimana caranya menjinakkan anakan AHH ?

    • 22 Mei 2014 pukul 3:41 pm

      AHH umur berapa bulan Mas?

      • fredy milenio
        25 Juli 2014 pukul 9:41 am

        1 bulan pak.

  9. budhi bangun
    7 Juli 2014 pukul 11:27 pm

    Klewatan klo mau mkn ayam beli aj dipajakkn lbh bnyak dagingnya lg pula apa bnyak daging ayam hutan klo dimakan

  10. budhi bangun
    7 Juli 2014 pukul 11:29 pm

    Manusia kere bli snpan bisa beli daging kagak bisa

  11. fredy milenio
    18 Juli 2014 pukul 4:53 pm

    AHH saya umur 1 bulan

  12. fredy milenio
    18 Juli 2014 pukul 4:57 pm

    kelihatannya ayamnya masih takut sama Manusia

  13. fredy milenio
    19 Juli 2014 pukul 12:32 pm

    sampeyan jual AHH gan ?

  14. 25 Juli 2014 pukul 11:51 pm

    tu senapannya ap yach,akurat amat?

  15. 3 Oktober 2014 pukul 8:53 pm

    gan, saya pesan ayam alas hitam ada gak ? dan brapa harganya Hub. 081326291663
    Balas

  16. 3 Oktober 2014 pukul 9:02 pm

    gan, saya butuh ayam alas hitam ada gak ? Dan brapa harganya ? Hub. 081326291663
    Balas

  17. 8 Oktober 2014 pukul 4:23 pm

    Ass . . wr . . wb . .
    Buat sobat yg pernah hub. HP saya . . . Sblmnya saya mhn maaf. Sehubungan sdh mendptkan AH yg saya cari ( Jago warna dominan Hitam, sayap merah, cengger lebar, jalu panjang & tdk cacat ) & sdh cocok utk syarat Ritual saya, maka utk smentara waktu hub bisnis kt cukup sampe dsini dl, & bs kt lanjutkan lg dlain kesempatn. Saya mendapatkn AH tsb seharga 250 rb Bos. Demikian yg bs saya sampekan & se X lagi mhn maaf yg sebesar-besarnya . Terima ksih atas prhatiannya.
    Wass . . wr . . wb . . .
    Balas (081326291663)

  18. asep ar
    21 Mei 2015 pukul 6:03 am

    Bos Brp harganya, ak pingin nih, sms kan ke 081347222655

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: