Beranda > puisi, Uncategorized > Sendu Sendi

Sendu Sendi

malam yang kain larut, kopi dan gula dalam cangkirku jugasudah larut.

angin malam lirih bersiut, mengusap wajahku dengan teramat lembut.

nyaris tak terdengar..

 

air kali samping rumah, mengalir gemericik mengusikngusik

sementara si jangkrik ramai ngengkrik, kodok tetap ngorok

musik khas alam kala malam

 

debur ombak bergemuruh dari pantai nuuuunnn di ujung selatan kotaku

menggelegar menimpa bibir pantai dan bebatuan karang

berdeburdebur, memecah malam

 

dan di sini

hatiku bergemuruh riuh

sendiri menahan sendu sendi

 

~Salam Puisi.~

Kategori:puisi, Uncategorized Tag:
  1. 25 Juni 2012 pukul 8:32 am

    ah, ngga asyik! 😛

    • 25 Juni 2012 pukul 1:09 pm

      we.he.he…
      baik, ntar malem saya tuliskan yang asyik. jangan lupa baca, tapi kudu malem dan sendiri bacanya. Jamin ayik deh.🙂

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: