Beranda > cerpen, Uncategorized > Tolong Bantu Saya!

Tolong Bantu Saya!

Kemarin malam sekitar pukul 21.15 WIB saya hampir kehabisan rokok. Kalau tidak salah rokok kretek plat kuning yang saya simpan di kulkas tinggal 2 batang. Karenanya saya harus membeli barang sebungkus lagi untuk persiapan. Menyedihkan sekali saya ini ya, Kawan?! Saya sudah teradiksi racun tembakau, mengalami ketergantungan kepada rokok. hiks.

Kedua anak saya baru saja tidur. Sedangkan saya butuh rokok dan harus keluar menuju warung. Saya bingung, karena takut jika anak-anak saya bangun sebelum saya balik ke rumah. Dasar orang kesurupan, saya nekat keluar menuju warung. Di sepanjang jalan saya berdoa sambil berlari; semoga anak-anakku jangan nglilir sebelum saya balik rumah dan mendapat rokok.

Warung pertama yang saya tuju, kosong. Kehabisan semua jenis rokok. Yang ada tinggal rokok goblok, yang menuliskan angka tujuh sebelum enam.🙂 Saya tak suka rokok jenis itu, takut ketularan goboknya. He.he.. Lalu berlari lagi, menuju warung sebelahnya. Tutup; repot sekali saya malam kemarin.

Saya putuskan segera pulang tanpa rokok. Sedang jalanan sudah sepi dan gelap sekali. Maklum ndeso. Namun rupanya Tuhan masih berpihak pada saya. Warung terdekat yang tadinya tutup, kini kembali buka. Saya segera menujunya. membeli rokok yang enak dan gurih rasanya. Duh…senengnya.🙂

“Rokok ada Bu?” saya bertanya.
“O, ada. Beli berapa?” ibu warung juga bertanya.
“Sebungkus, berapa harga?” Kalau mahal, sepertinya saya cukup ngeteng saja. he.he…
“Sebelas juta,” jawabnya.
“Hah? Gila! Itu rokok apa?”😮 saya ternganga, kaget tak terkira.
“He.he.. sebelas ribu Mas,” kata bu warung sambil tersenyum ompong.
“Bungkuskan sebungkus!” pinta saya seraya menyerahkan uang lima puluh ribuan hasil jual ayam.😀

Dengan cekatan ibu itu membungkus sebungkus rokok dan mengambilkan uang kembalian kepadaku. Karena harganya Rp. 11.000,- dan saya membayarnya dengan uang Rp. 50.000,- maka ibu itu memberikan kembalian sebesar Rp. 39.000,- kepada saya. Saya pulang dengan ceria, trilili…tralala… *)

Segera saja setelah sampai di rumah saya kembali menekuni komputer butut saya. On line hingga pagi menjelang tiba. ha.ha.ha…. Lagi asyik menulis dan baca-baca, tiba-tiba muncul sesuara.

“Mas…mas…hallu,” suara itu memanggil saya. suaranya cemprang, persis penjual rokok dekat rumah saya.
“Ya, ada yang bisa dibantu?” saya bertanya sebelum membuka pintu untuknya.
“Iya Mas, tolong saya,” terdengar memelas suaranya.

Si ibu warung lalu berceritalah kepada saya. Dia bercerita tentang seorang lelaki muda, agak ganteng rupanya dan naik sepeda motor juga, membeli rokok ke warungnya sesaat setelah saya. Namun bukan itu masalahnya. Si ibu merasa melakukan kesalahan, memberikan uang kembalian yang berlebihan.

“Mas, uang Elo tadi berapa?” dia bertanya pada saya.
“Lima puluh ribu!” jawab saya kalem.
“Owh. jadi benar saya memberikan kembalian Rp. 39.000,- ya?”
“Benar, tepat sekali Bu. Lha gimana toh? saya penasaran jadinya.
“Nggak Mas, tadi setelah si Mas, ada anak muda yang juga membeli rokok. Uangnya noban dan saya melakukan kesalahan besar. Atas nama keteledoran, saya telah memberinya kembalian sebesar Rp. 39.000,- sama seperti yang saya berikan pada Elo. Haduh… padahal saya telah memberinya amplop gratis untuk nyumbang je Mas. Katanya dia itu mau berangkat kondangan. Eh, Mas. Lalu saya mengalami kerugian berapa juta ya? Oh, maksud saya berapa ribu ya?”

Saya kaget. Berpikir sebentar, agak lama, lama dan ternyata tak mampu menjawabnya. Dhoh! (tepok jidad) Ha.ha.ha… Sekarang, tolong bantu saya; Berapa kerugian yang dialami ibu pemilik warung?

Salam.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: