Beranda > cerpen, guru, motivasi, sains, Uncategorized > Menulis Butuh Bakat?

Menulis Butuh Bakat?

Ya, sebagaimana ketrampilan yang lainnya, menulis juga harus didukung bakat yang kuat. Bagaimana, apakah Anda memiliki bakat untuk jadi penulis? Jika tidak, saya sarankan sudahi sampai di sini saja membaca tulisan ini. Dan saya akan sampaikan terima kasih karena telah membuka blog saya.🙂 Tapi tunggu sebentar. Ada baiknya juga anda baca kisahku ini.

Di waktu kecil dahulu, saya seringkali membantu bapak/simbok ngunduh kambil (memetik buah kelapa) hampir sebulan sekali. Seingat saya ada lebih dari 25 pohon yang harus kami panjat dalam sekali panen. Tinggi pohon kelapa itu rata-rata di atas 40 m. Wow.. mantabs kan? Ketika sampai di atas, pohon diterpa angin pantai selatan dan lhiyut… bergoyang berputar-putar ke 7 arah penjuru angin. Karenanya kakakku selalu gagal membangun mental untuk bisa mencapai janjang/tangkai buah kelapa. Berbeda dengan diriku yang lincah dan ganteng ini. Dalam sehari berpuluh pohon kelapa sanggup aku taklukkan. Bahkan sekalian mengupas ratusan buah kelapa, bagiku bukanlah hal sulit untuk dilakukan. Orang bilang, kakakku tidak “mbakat ngunduh kambil” tidak berbakat memanjat pohon kelapa. Apatah lagi jika harus sampai mapah guna mengambil janur (daun kelapa muda) untuk membuat ketupat lebaran. Untuk tugas panjatmemanjat, waktu itu, memang sudah tugasku.

Namun suasana akan berbalik 180 derajat jika latar ceritanya adalah sawah. Aku akan selalu kalah rosa untuk mampu merampungkan mencangkul berpetak-petak sawah ketimbang kakakku. Belum lagi dalam masalah obat-obatan untuk berbagai macam tanaman, jadwal mengairi sawah, ndhaut winih pari, dll. Di sawah, aku senantiasa kalah. Memang aku kurang mbakat dalam hal sawah-menyawah. hehe..

Lalu ngopeni ternak. Bidang garap yang satu ini akan lebih dipercayakan Bapak kepada kakakku yang paling besar. Mulai dari nyapih anak ayam, ngopeni wedhus, ngguyang sapi, hingga membuat kandang serta obat-obatan yang diperlukan. Kakaku yang paling gedhe ini akan sangat teliti ngopeni hewan ternak. Kambing yang keracunan dan hampir mati pun, hanya dengan diusap lalu ditiup ubun-ubunnya akan segera bangkit dan berdiri, seat kembali. Ayam yang tak mau makan karena makan karet gelang, akan dioperasi telihnya dan lalu dijahitnya kembali. Sehat lagi, bertarung lagi. Wehehe..

Kami, 7 saudara memang memiliki ketrampilan sendiri-sendiri. Seperti adikku yang laki-laki. Saat kami bekerja di sawah maupun di rumah, lalu datang rasa haus dan lelah, maka tak ada yang lain; Adikku itu yang harus ke warung membeli es batu. Memang itu spesialisasinya, bolehlah dikatakan bakat alamnya. wuahaha…

Kembali ke soal tulis-menulis. Seperti sering dikatakan banyak orang, termasuk saya kadang-kadang, bahwa menulis adalah sebuah ketrampilan. Ketrampilan adalah sesuatu yang bisa kita pelajari, dibiasakan, dan semakin lama akan semakin luar biasa hasilnya. Benarkah? Benar, bisa jadi benar. lalu apakah untuk mahir berketrampilan tak butuh bakat? Butuh, sangat dibutuhkan. Omong kosong kalau ketrampilan tak butuh bakat.

Contoh ketrampilan yang lain adalah bidang penjualan atawa dagang. Nah, apakah untuk terampil berdagang tak butuh bakat? Saya berani katakan sangat butuh. Memang Anda bisa mengasah diri untuk mampu menjadi pedagang, namun saya yakin bahwa Anda akan kalah cepat berkembang jika boleh dibandingkan dengan yang memang berbakat dagang.

Saya kira cukup sampai di situ dulu pembicaraan masalah bakat. Untuk masalah bakat Anda dalam dunia tulis menulis dan bagaimana cara mengetahui bakat Anda, akan saya sambung lain waktu. Percayalah, jika Anda sudah sampai tulisan saya ini, berarti Anda punya bakat besar untuk menjadi penulis handal.🙂

Salam.

  1. 4 Juni 2012 pukul 7:30 pm

    Ditunggu sambungannya mas prof,,, mudah2an saya memang punya sedikit bakat yang bisa saya kembangkan.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: