Beranda > cerpen, motivasi > Ngrasani Cerpen (1)

Ngrasani Cerpen (1)

Perhatikan contoh kutipan cerpen berikut:

Hidup manusia bisa diibaratkan roda pedati. Kadang di atas dan kadang di bawah. Sebuah kelumrahan, jika dulunya kaya tibatiba saja jatuh melarat. Kita musti bisa menerima kenyataan itu. Sebagai orang kaya, janganlah kita suka menepuk dada. Juga sebaliknya, yang miskin tak perlu kiranya berkecil hati. Begitulah hidup, memang. Semua sudah diatur oleh yang Maha Mengatur. Namun kenyataan seringkali berkata lain. Kita gampang berbicara, suka menasehati, naun saat kita ditimpa musibah ternyata tak mampu mengatasi. Seperti apa yang dialami Surti, pedagang pasar johar yang bernasip malang…”

Kesan apa yang muncul dalam benak Anda setelah membaca paragraf pembuka seperti yang saya tuliskan di atas?

Kategori:cerpen, motivasi
  1. 16 Mei 2012 pukul 12:09 am

    makin penasaran utk mengikuti kisah surti selanjutnya.

    • 16 Mei 2012 pukul 3:51 pm

      Maaf pak Tuhu, cerpen itu gak ada kelanjutannya. He.he..

      Salam.

  2. 16 Mei 2012 pukul 12:19 am

    kesannya menggurui

    • 16 Mei 2012 pukul 4:00 pm

      wehehe… mas SG, benar sekali. Dan itulah yang akan saya bicarakan nanti (entah kapan). bagaimana mengawali sebuah cerpen pada paragraf pertama.

      Malam mas SG…

      • 16 Mei 2012 pukul 4:01 pm

        selamat malam pak Guru🙂
        saya tunggu –entah kapan–nya

  3. 16 Mei 2012 pukul 12:20 am

    mungkin penulisnya seorang guru…wakakakak

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: