Beranda > Uncategorized > Pelajaran Menulis

Pelajaran Menulis

Adakah pelajaran menulis? ada toh ya.. Di mana? di kelas kecil sekolah dasar. hehe… Biasanya dilengkapi pula pelajaran membaca dan berhitung. Inilah yang kita kenal dengan istilah Calistung (Membaca, Menulis dan Berhitung). Namun yang saya maksud dengan pelajaran menulis tentulah bukan calistung. Tetapi menulis tingkat lanjut, seperti menulis prosa, artikel, novel, atau menulis buku-buku yang lain. Inilah yang tidak di ajarkan di kelas-kelas konvensional. Ya, di sekolah kita seakan-akan tak diajari bagaimana menjadi penulis beken. Bagaimana menulis yang bisa menghasilkan duit. Pelajaran menulis yang semacam itu, akan bisa kita dapatkan dikelas-kelas khusus yang tidak setiap orang tahu, atau bagi yang tahu, bisa jadi tidak tertarik.

Pertanyaannya, tertarikkah Anda untuk ikut dalam pelajaran menulis? Jika tidak tertarik, tuntaskan saja sampai disini pembacaan Anda. Namun jika tertarik, mari kita lanjut pelajaran ini. wakakakak.. emang ini kelas menulis? bukan Mas Brow.. saya tak punya kapasitas sedikitpun untuk mengajari orang lain menulis. Jika Anda ingin mahir menulis, saya sarankan buka saja rumah ini. Atau bisa juga disini.

Tetapi, sebelum buka kedua web tersebut ada baiknya lanjut dulu tulisan saya ini, siapa tahu bermanfaat. Selain itu, bisa juga baca-baca tulisan saya yang lain, sekedar untuk hiburan. Kok untuk hiburan? ya, tulisan saya tidak ada yang serius masalahnya Gan. xixixi…

Menulis itu ketrampilan. Sama halnya dengan mencangkul, mengetam, memanjat pohon kelapa, membuat kandang ayam, mengukir, dan lain-lain. Artinya menulis bisa kita pelajari hinggakita mampu melakukannya dengan baik. Mencangkul misalnya. Jika Anda belum pernah mencangkul di sawah, saya yakin, begitu Anda saya ajak mencangkul bersama saya maka dalam waktu tak lebih dari satu jam punggung Anda akan pegal dan telapak tangan Anda melepuh semua. Demikian juga memanjat pohon kelapa. Saya berani taruhan bahwa Anda akan kesulitan membuat “tataran” pohon kelapa untuk memudahkan Anda memanjatnya. Atau, bau dapat naik tak lebih dari 5 meter Anda akan ndredheg, koplok seperti melihat hantu. padahal itu sebenarnya pelajaran mudah. mengetam (masah;jw) juga tidaklah gampang jika kita belum terbiasa. Terlebih lagi jika Anda disuruh memasang mata ketam pada rumahnya. Jamin kesulitan jika belum terbiasa. Itulah ketrampilan, semakin terbiasa akan semakin sempurna hasilnya. Lalu apakah penulis yang sudah mahir tak butuh belajar lagi? Butuh dong… nah, makanya, siapapun Anda, jangan sungkan; Bergurulah pada saya. wahahaha…

Bisa jadi Anda akan bertanya, “Apakah menulis butuh bakat khusus?” Pertanyaan ini wajar, karena seringkali bagi mereka yang hidup dari bukan keluarga penulis atau bahkan bukan keluarfga berpendidikan akan kurang percaya diri untuk menulis. Jawaban saya untuk menjawab pertanyaan itu adalah, tentu butuh. Untuk bisa menulis sangat dibutuhkan bakat demi mendukung sukses kepenulisan.

Namun jangan khawatir. Saya yakin, jika Anda sudah sampai pada tulisan saya ini, berarti Anda punya bakat besar dan masih terpendam. Gak percaya? baik, saya akan kasih tahukan bagaimana cara mengetahui bakat menulis Anda pada tulisan saya yang selanjutnya. Tertarik? tunggu besok pada tulisan selanjutnya ya?

Salam.

Kategori:Uncategorized
  1. 13 Mei 2012 pukul 3:38 pm

    tertarik deh

    • 13 Mei 2012 pukul 4:43 pm

      City man akhirnya menang…..

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: