Beranda > motivasi, sains > Menulis Buku

Menulis Buku

Buku yang saya maksud dalam judul di atas bukanlah buku gambar, buku tulis, ataupun buku kas apalagi buku catatan utang. Buku yang saya maksud adalah sebuah kumpulan tulisan yang didokumentasikan dalam bentuk print out lalu dijilid dan dipasarkan secara umum. Nah, sudahkah Anda menulis buku? Kalau belum, berarti sama dengan saya. hehe..

Pertanyaan selanjutnya, apakah Anda berniat membuat/menulis sebuah buku? Atau malah sudah menelurkan banyak buku? Baik, baguslah kalau begitu. Saya wajib mengucapkan selamat atas keberanian Anda.
Menulis buku sungguh tidaklah mudah, meski secara teroris eh, teoritis bisa dipelajari. Apa to yang sulit dipelajari dan dilakukan di dunia ini? wehehe.. begitu kata banyak orang pandai dan bijak. Masalah menulis buku, o, saya sudah punya banyak teori yang menyumpal otak di kepala ini. Jika Anda menginginkannya, baiklah suatu saat akan saya bagi-bagikan secara gratis. Namun tentu, bukan dalam bentuk buku. Mengapa bukan dalam bentuk buku? entahlah Kawan, akupun belum tahu. hiks.

Banyak rekan dan saudara yang begitu bersemangat mengompori saya agar segera menerbitkan sebuah buku, bahkan ada beberapa yang menawarkan bantuannya baik dalam desain cover, editing, maupun pendanaannya. Hingga saat ini semua saya belum menyetujuinya. Entah suatu saat kelak, jika ada pemikiran yang lain.

Mungkin Anda akan bertanya mengapa saya tak juga menerbitkan/menulis buku. Tak perlu kiranya bertanya semacam itu Kawan, biarlah sebelum engkau bertanya akan aku jelaskan. Ada beberapa hal yang hingga saat ini masih mengusikku sehingga tak juga aku menulis sebuah buku untuk diterbitkan.

Pertama, saya ini bukan anggota pecinta alam. Namun demikian, saya berusaha untuk turut menjaga alam. Kasihan sekali alam ini, dalam umur yang sudah sedemikian tua semakin saja dirusak oleh manusia. Gunung-gunung dilongsorkan, tanah dikeruk, hutan-hutan digunduli, pepohonan ditebangi, sungai tak nampak jernih lagi, emas dan bahan tambang setiap hari dicuri. Serakah sekali manusia bumi ini. Lebih aneh lagi, banyak sampah buku yang membahas tentang alam namun sampahnya bertebaran, memenuhi dan mendangkalkan sungai dan seringkali menyebabkan terjadinya kebakaran.

Kedua, Saya bukanlah ahli teknologi dan bukan guru IT. Bukan, bahkan ketrampilan komputer pun saya baru bisa memanfaatkan MS Word dan Exel. Kalau internet, jika hanya sekedar fb, tweet, blog, sedikit-sedikit saya punya kebisaan dan kebiasaan. wehehe.. Nah, untuk apa itu semua ketrampilan? Jikaa tak dimanfaatkan, rugilah kita ini. Lha kalau ilmu bisa dibagi lewat teknologi ini, buat apa mencetak buku lagi?

Ketiga, Ini alasan utama saya. bahwa kapasitas saya sebagai manusia barulah sampai pada tahapan pembaca. Jikalau ada sedikit pengetahuan, maka saya belumlah mampu untuk memikul kata “mumpuni”. lalu apa yang harus saya bagi? Sedikit ilmu di diri ini, sudah kutumpahkan semua di internet ini. kalaupun ada yang belum maka suatu saat nanti insya Allah akan saya bagibagi. Gratis lagi.

Nah, jika engkau merasa bijaksana, lalu untuk apa menebang kayu?

salam.

Kategori:motivasi, sains Tag:
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: