Beranda > Uncategorized > Hewan Peliharaan

Hewan Peliharaan

Hari Jum’at kemarin, 4 Mei 2012 saya membeli 6 ekor kuthuk ayam hutan di pasar hewan ambarawa Kab. Semarang. Hingga hari ini (Ahad, 6 Mei) keenam ekor anakan pitik alasan itu masih sehat. Saya sangat senang sekali. Doakan semoga semua sehat dan selamat hingga tumbuh dewasa ya, Kawan-kawan?🙂

Dengan demikian, kini semakin sibuk saja hari-hariku. Ngopeni hewan peliharaan sungguhlah menyenangkan. Seekor ayam jago bangkok, seekor ayam jago wido, delapan burung merpati (kini 3 ekor baru mengerami telurnya dan sudah menetas 2 ekor), 2 ekor kurakura, 2 ekor ayam bangkok betina (keduanya baru mengerami telur hampir 1 minggu), seekor burung tekukur yang aku dapatkan di jalan beberapa hari yang lalu dan hewan-hewan lain yang akan aku tambahkan kelak.

Tak lain, tujuanku memelihara berbagai binatang itu hanyalah untuk kesenangan belaka. Bukan sebagai mata pencaharian, bukan untuk memburu keuntungan pula. hasil berkebun dan bersawah sementara sudah cukup untuk menghidupi keluargaku. Aku merasa amat senang jika setelah pulang dari sawah atau dari manapun akan selalu disambut hewan-hewanku itu di belakang rumah. Mereka ramah sekali kepadaku. Setiap hari aku kasih makan jagung, bekatul, pur, rumput-rumputan, dan apapun yang mereka suka.

kedua anakku juga senang melihatnya. Hanya saja karena anak-anakku masih kecil, sehingga belum bisa membantu ngopeni kesemuanya. Tak mengapa, yang penting aku sudah mengajarkan kepada mereka bagaimana menyayangi binatang peliharaan. Aku tak pernah menyakiti hewan-hewan tersebut. Meski mereka masuk rumah/dapur karena mencari makanan, aku tak pernah memukulnya atau mengusir dengan keras. Cukup aku dekati, aku raih dan jikalau terbang aku biarkan saja. Ternyata hewan pun tahu berterima kasih.

Sebenarnya aku ingin juga memelihara ular, kelinci, dll. namun tempat yang kumiliki belum memungkinkan. Sepetak tanah yang telah kubeli letaknya jauh dari tempat tinggalku sekarang. Jika aku memeliharanya di sana, aku hawatir jika akan diganggu orang ataupun hewan buas pemangsa daging. Kasihan sekali jika binatang peliharaanku harus ketakutan. Sedangkan saat ini, musuh terbesar bagi hewan peliharaanku adalah tikus wirog. Entah bagainmana asalnya, tikus itu sering menggangu jika malam telah datang. Pernah aku punya anakan ayam yang baru saja menetas sejumlah 10 ekor, habis dicurinya hanya dalam waktu semalam. Juga piyik merpati. Kurang ajar sekali tikus-tikus itu. Mereka mengambil kekayaanku dengan tak tahu malu. Bahkan jika ketemu, mereka menyeringai seakan-akan menantangku untuk berkelai. Tentu aku takut sekali. Dalam setiap kejadian seperti itu, aku pasti mengambil pentungan dan tikus itu langsung saja hilang. Entah kemana.

Banyak orang yang juga bercerita kepadaku tentang kelakuan tikus-tikus itu. Aku hawatir semakin hari keturunan dari tikus wirog itu semakin besar. Masalahnya, sekarang saja kucing tetangga sudah tak berani mengejar. Rupanya ukuran tubuh si kucing kalah besar, atau seringai taring yang lebih panjang. Tikus raksasa, sungguh durjana. Jika kemudian setiap rumah disambanginya, habislah sudah. Semakin bangkrut negaraku nanti karena kelakuan tikus-tikus ini.

Apakah ini dikarenakan tikus memakan obat-obatan yang sering dibuang sembarangan? Konon dinegeriku ini semakin saja banyak didirikan rumah sakit, banyak pula dokter yang praktik. Anak sakit sedikit, orang tua memberinya obat atau membawanya ke rumah sakit. Padahal dulu, di masa kecilku, jika aku sakit orang tuaku hampir tak pernah memberiku obat. Jika panas, cukup dikompres dengan daun dadap. Jika batuk, digosoklah unggungku dengan jahe atau parutan brambang. Jika masuk angin, cukup makan beras gosong yang sudah disangan.

Jaman memang sudah berubah. ketahanan tubuh anak sekarang menyedihkan sekali, karena terlalu banyaknya minum obat yang banyak mengandung unsur kimiawi. Tikus yang makan sisa obat, ukurannya menjadi besar sekali. Bisa sebesar manusia barangkali, suatu saat nanti. Atau malah sudah ada sekarang ini? Hii..aku takut sekali.

salam.

Kategori:Uncategorized
  1. Agus Dwi W
    12 September 2012 pukul 3:59 pm

    Kok cerita ayamnya cuma sedikit, malah banyak bumbu ceritanya yg ngalor ngidul Pak. Saya tunggu kelanjutan cerita ayam hutannya ya..

    • 12 September 2012 pukul 4:23 pm

      OK Pak agus. Seneng miara AHH ya Pak, atau malah AHMS? punya piaraan apa saja pak? Piaraan saya sudah makin banyak, memenuhi ruang-ruang di rumah. Ini juga baru ada KH (Kucing Hutan) namun baru 1 ekor. hehe..

  1. 12 Juni 2012 pukul 9:04 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: