Beranda > Uncategorized > Gang Sadar

Gang Sadar

Seperti telah aku ceritakan kemarin, harihari rasanya berjalan lambat. Yang ada di benak kami hanyalah rasa waswas. Apa yang akan kami terima? Apa pula yang harus kami lakukan? Setiap pagi kami harus berolah raga. Tidak boleh tidak. Itu semua demi, ya, demi menjaga kebugaran tubuh kami. Untuk menjadi seorang “pelayan” kami harus senantiasa tampil bugar, agar pelanggan semakin tertarik kepada kami. Kami harus berpakaian sepatut mungkin, agar semakin menarik. Cara berbicara juga harus terkontrol, demi sebuah pelayanan yang memuaskan.

Lalu kami dikumpulkan, dibariskan. Ditanya ada yang sakit atawa tidak.
“Jika ada yang sakit, segera lapor agar segera ditangani,” begitu kata pengelola kami.
“Ada yang hamil?” pertanyaan itu juga sering aku dengar.
Beruntung aku tidak sampai hamil. ha.ha.ha….

Bubar, masuk ruangan khusus. ya, selama berada di hotel, kami juga disediakan ruangan khusus untuk mendapatkan berbagai pengarahan tentang apa yang harus kami lakukan nanti. kurang lebih ada 17 jurus yang harus kami kuasai selama 17 hari. Satu hari 1 jurus. Tak perlu berpuasa, bahkan menu dan jadwal makan telah disediakan secara istimewa. Temanteman hapal betul mobil merah yang mengantarkan menu istimewa itu. Entah kenapa, mereka memilihkan kami mobil berwarna merah itu.

Di hari yang kedua itu aku diperkenalkan dengan temantemanku. “Harus hapal secepatnya,” begitu katanya. Ya, dengan mengenal nama, diharapkan akan terjadi kedekatan. Hebat sekali. Ada beberapa teman yang mempu menghapal nama 40 teman tak lebih dari setengah jam, lengkap dengan tanggal lahir dan juga letak pangkalan. Ups…

Aku sendiri masih setengah hati, selain memang kekuatan hapalanku yang terlalu lemah. Aku menyerah.
“Tidak masalah, menghapal itu tugas otak kiri. Kau gunakan saja otak kananmu,” kata pembimbingku.
“Otak kanan?” tanyaku.
“Ya, otak kanan,” jawabnya singkat, sembari tersenyum.
(kawan, nanti akan juga aku ceritakan tentang apa itu otak kiri dan otak kanan)

Semakin hari, kami semakin akrab saja. Aku senang mendapat banyak teman. Artinya, aku bisa berkeluh kesah, berbagi cerita dengan temanteman di sana. Yang sedikit membuatku ragu, aku kalah cantik dibanding temantemanku. Terutama penghuni kamar satu. Uh, cantik sekali dia itu. Bokongnya, eh, pantatnya seringkali membuat para pengunjung hotel terkesima. dia, di siang hari bernama Edi. Entah jika malam hari.

dari temanku itulah, aku mendapat cerita tentang nama sebuah Gang, yang kemarin sudah aku ceritakan. Gang Sadar. Dalam hal yang semacam ini, kawanku ini tak perlu dikasih garam lagi. hi.hi.hi…

2011.

Kategori:Uncategorized
  1. 27 November 2011 pukul 11:54 pm

    Di Gang Sadar aku melihat mobil merah itu meluncur berulang kali. Aku rasa ini memang baru bagian awal dari plot sebuah novel yang ditulis secara piawai. Guru Satap memang mantap !!!

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: