Beranda > Uncategorized > Di Sebuah Hotel (lanjutan)

Di Sebuah Hotel (lanjutan)

tulisan sebelumnya di sini

Telah direncanakan sebelumnya, bahwa aku akan dilatih, diajari, dididik, atau apah istilahnya di hotel itu selama kurang lebih tiga minggu. Waktu yang cukup lama. Terus terang, saat sebelum diberangkatkan ke sana, aku sudah menolak seuatkuatnya. Namun apa daya, kekuatanku tak sebanding dengannya. Semakin kuat aku melawan, semakin kuat pula dia menekan. Terus terang aku jadi ketakutan. Demikian pula beberapa teman. Sebagian besar dari mereka, sangat takut untuk melawan. Terlebih lagi, ada beberapa rekan yang merasa diuntungkan karena lebih suka dijadikan pelayan. Yang seperti ini, duh kawan, sungguh tak mampu aku menceritakan.

Ternyata, para pegawai hotel dan juga para senior tak seperti yang aku bayangkan. Di hari pertama itu aku dipertemukan dengan seseorang yang sudah piawai dalam hal pelayanan kepada pelanggan. Hatiku jadi sedikit tenang. Yang semula aku sudah malasmalasan, kini kembali ada sedikit gairah berkegiatan.

“Ternyata tak seperti yang kita bayangkan ya?” bisikku kepada seorang teman.
“Benar, kenapa kita selalu saja ditakuttakuti ya?” kawanku menjawab, juga dengan berbisik.

Ya, kami seringkali harus berkomunikasi dengan hanya berbisik saja, takut jika ada yang mengetahui isi pembicaraan kami. Bisa berbahaya kedepannya. Bukan apa-apa, tapi ini menyangkut masa depan temanteman juga. Mungkin diriku sendiri tak begitu masalah, namun bagaimana dengan rekan-rekan? Kami harus mengedepankan jiwa korsa, begitu kata mereka. Satu kena hukuman, maka yang lain juga ikut-ikutan. Semua akan kena hukuman. Ih, sungguh mengerikan.

Maka di hari pertama itu, tanggal 01 Nopember 2011, aku diberi pengarahan tentang segala kegiatan, apa dan bagaiana yang harus aku dan kawankawanku lakukan selama berada di hotel itu. Ini baru permulaan, kata seseorang. Pelayanan yang sesungguhnya tak akan kami lakukan di hotel ini. Justru di sini, kami semua akan dilayani.

“Pelayanan kami, semoga membuat kalian betah di sini selama 17 hari,” kata mereka yang membimbing dan mengasuh kami. Binsuh, ya mereka mengistilahkan seperti itu. Pembimbing dan pengasuh. Membimbing dan mengasuh kami semua agar tentang bagaimana agar kami tak sakit di sana. Jika sampai ada yang terkena sakit, maka paramedis akan segera menanganinya. Inilah salah satu pelayanan prima mereka.

Harihari pertama serasa berjalan begitu lama. Kami bicara dengan saling berbisik untuk sesuatu yang dianggap berbahaya.
“Tenang saja, di sini tak ada matamata,” begitu seorang kawan berkata.

Hari kedua, kami mulai dengan kegiatan yang sesungguhnya. Semua serba diatur; dari cara duduk, cara berpakaian, bahkan hingga jadwal makan dan istirahat malam. Semua demi baiknya pelayanan yang nanti akan kami lakukan.

“Kepada para pelanggan, Kalian harus memberikan Pelayanan Prima!” begitu kata mereka.

2011

Kategori:Uncategorized
  1. 27 November 2011 pukul 8:10 am

    Ciao, nice to meet you🙂
    I’m Harielle from Roma, Italy

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: