Beranda > Uncategorized > Pak Guru Basiri

Pak Guru Basiri

Aku masih kelas 1 sekolah Dasar. Kawan, bolehkah aku bercerita kepadamu? Boleh, engkau mesti menjawab begitu. Baiklah, karena masih kelas satu, maka aku akan bercerita tentang duniaku, dunia sekolah dasar. Ternyata sekolah itu menyenangkan sekali. Kalian tentu juga pernah mengalami. iya kan?

Aku masih kelas satu, begitu juga adikku. Oh, bukan. Sebenarnya adikku belum waktunya masuk kelas satu. Umurnya baru lima tahun. Namun karena asikku itu sudah pernah ikut sekolah TK bersamaku selama dua tahun, makanya dia bosan di sana; di sekolah TK. tidak mengapa. Kepala Sekolahku mengijinkannya untuk masuk kelas satu bersamaku. Namun tentu, karena umurnya yang masih segitu, adikku tak bisa mengikuti pelajaran sebagaimana aku dan kawan-kawanku. Dia selalu saja usil, hampir semua temanku diganggunya. Berkelahi. Adikku hobby sekali berkelahi. semua kawanku ditantangnya, apalagi jika ada yang menggangguku. ah, hebat sekali adikku itu.

lalu? tentu, adikku tak selamanya berada di kelas. Pada waktu-waktu tertentu, adikku sekolah di luar kelas, tepatnya di koperasi sekolah. Jajan. Bukan hanya waktu istirahat, bahkan baru sampai sekolah dia sudah ambil jajan. Tentu saja dibiarkan, dan ibuku yang harus membayar semuanya. Oh, iya, ibuku adalah juga guruku. Kalau tidak begitu, tentu adikku tak akan boleh sekolah kelas satu, bersamaku.

Ibuku baik sekali, juga ayahku. Setiap hari, sebelum berangkat sekolah aku diberinya uang saku. Dulunya tiga ribu, lalu aku minta tambah menjadi empat ribu. selain pada ibu, aku juga minta sangu kepada ayahku. jadi seharihari aku mendapat uang saku sekolah sebesar lima ribu rupiah. Banyak sekali orag yang berjualan jajanan dan mainan di janan depan sekolah. Ada kue leker, ada siomay, ada burger palsu, ada es krim, ada kerang rebus, bakso krikil, dan lain-lain. namun aku kurang suka dengan semua itu. aku lebih suka jajanan mainan. Ada gangsingan, ada kitiran, mobil-mobilan, gambar templekan, tembakan, dan banyak macam yang lainnya.

Lik basiri. Ya, Lik Basiri adalah penjual mainan favoritku. mainan yang disediakan banyak ragam, lengkap sekali. aku seringkali membeli gambar-gambar gangsingan, atau gambar pahlawan ethok-ethokan. Ada juga Lik Ompng, yang juga menjual berbagai macam mainan. Namun Lik Ompong tak setenar Lik basiri. Dia tak pandai mengambil hati kami, karena tak bisa menceritakan sejarah gasing pegasus, misalnya. Atau juga tak bisa menerangkan bagaimana tokoh rossi memenangkan lomba motor jipi.

Setiap hari. Ya, setiap hari aku membeli mainan di grobog lik basiri. kepada ayahku, setiap hari aku bercerita apa yang aku dapatkan dari lik basiri. Seperti beberapa hari yang lalu, aku berceritadengan semangatnya tentang berbagai macam jenis gangsing yang ada pada foto copian stiker sejumlah 30 jenis gangsing. Satu stiker seharga lima ratu rupiah. Jika sudah enuh sejumlah tiga puluh, maka aku akan dapat gratis satu gangsing. Tentu menyenangkan. Karenanya aku bersemangat ketika bercerita kepada ayahku.
Apa komentar ayah?”Ooo…jadi itu pelajaran dari Pak Guru Basiri? bagus ya, bagus sekali…”

Aku diam, lalu stiker itu langsung kubuang. Ke tempat sampah.

2011

Kategori:Uncategorized
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: