Beranda > Uncategorized > Pencuri (lagi)

Pencuri (lagi)

ada yang hilang lagi. sore tadi. entah siapa yang mencuri. hingga kini aku masih mencaricari, hingga agak (agak saja) sedikit sedih hati ini. Padahal baru kemarin, ya belum lama benda itu aku dapati. tepatnya, aku beli. dan kini, karena telah dicuri, dia tak ada lagi di sini.

namun tak apa. masih ada sedikit, oh, beberapa, yang tersisa. setidakanya masih bisa aku manfaatkan, aku berdayakan, pikirku. dan aku tak mau terlarut dalam kesedihanku. kehilangan sesuatu, rasanya sudah menjadi hal yang biasa. sejak lama aku kerapkali mengalaminya. waktu sekolah dasar misalnya. karena lengah dan tak hatihati, alat tulisku seringkali lenyap. entah ditilap, entah jatuh saat aku terlelap. ya, aku mudah sekali terlelap sejak masih kecil. mataku ini seperti mata yuyu. sedikitsedikit tidur. tapi aku merasa tu justru kelebihan bagiku.

kelebihan? ya. ada beberapa teman yang suka mengeluhkan bahwa meraka sulit tidur hingga larut malam. mereka sangat ketakutan. padahal bagiku, justru itu juga kelebihan. dengan tak tidur semalaman, mereka bisa membuat karya, bekerja di saat dalam keheningan. seharusnya yang ditakutkan, yang dikhawatirkan, adalah jika mereka tertidur, lupa belum berdoa dan tak lagi bisa bangun. selamanya. mudah tidur kelebihan, tak bisa tidur juga kelebihan. lalu apa yang jadi kekurangan? kekurangan kita adalah jika kita tak pernah mau menerima. menerima apa adanya yang ada pada masingmasing kita, kurang bersyukur namanya. lalu usaha.

oh, tentang pencuri tadi. ya, barangbarang milikku seringkali dicuri. aku memang membutuhkannya, tapi mungkin, bisa jadi mereka para pencuri itu jauh lebih membutuhkannya. Padahal barang itu biasa saja, sederhana saja. murah juga harganya. bisa didapat dimanamana, bahkan seringkali orang membuangnya. aneh. setiap yang aku punya, sesederhana apa saja, mereka akan mengincarnya. itulah tetangga. ulah mereka ada-ada saja.

misalnya otak yang ada di kepala. mungkinkah ada manusia yang hidup tanpa otak? kukira takkan ada. setiap kepala pasti ada otaknya. terlebih kepala manusia. kalian tak percaya? belah saja kalau masih tak percaya. yang berbeda adalah ukurannya. bisa jadi, besar ukuran kepalanya namun kecil ukuran otaknya. itu yang namanya besar kepala. kerbau atau sapi misalnya. ukuran kepalanya jauh lebih besar ketimbang manusia, namun otak yang dimilikinya tak seukuran dengan besar kepalanya. mengapa kerbau dan sapi nampak besar kepalanya? itu karena moncongnya saja. moncong sapi atau kerabau yang mrongos dan suka berbusabusa itu, menambah kesan besar ukuran kepala. suaranya keras sekali kerbau dan sapi itu. tak hanya kepalanya, tubuhnya juga. besar tak terkira. namun jika sudah dicocok hidungnya, mereka tak akan mampu berbuat seenak perutnya. harus tunduk dan patuh pada tuannya. namun demikian, tetap saja. mulutnya berbusabusa, keras sekali suaranya.

tentang otak udang. entah kenapa, banyak yang menyamakan otakku dengan otak udang. padahal udang, tak menyimpan otak di kepalanya. yang ada di kepala udang adalah kotorannya. lihat itu tengkuk udang, penuh kotoran hitam. karenanya, jika orang jawa mengatakan “ngiloo githokmu dewe” berkacalah pada tengkukmu sendiri, maka itu tak berlaku bagi udang, karena hanya akan melihat kotorannya saja. udang ini binatang aneh. kakinya banyak, berjalan kesanakemari, pun jalannya miring. kakinya pencor, tak bisa tegak. selalu memilih tempat yang teduh, takut akan kepanasan. mereka bersembunyi dibalik batu, berlindung pinggiran.

lalu dimana letak otak udang? di kakinya, tepatnya di dengkulnya, kelakar teman. karenanya jangan membunuh udang dari kepalanya. tembak saja dengkulnya. begitu saran yang aku terima. aneh, aneh sekali memang. tapi begitulah.

lalu otakku? entahlah. tak tahulah akyu.

Kategori:Uncategorized
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: