Beranda > guru, motivasi, sains, Uncategorized > Siapakah Anda?

Siapakah Anda?

Siapakah Anda, bagi saya, bukanlah hal yang sangat penting. Namun juga tak ada salahnya jika hal tersebut saya tanyakan. Setidaknya bisa menambah sedikit informasi bagi saya, tentang siapa saja yang saya kenal. Pertanyaan itu tentunya sangat mudah untuk dijawab, namun bisa jadi bukan hal yang mudah untuk menjawabnya.

Apakah Anda seorang raja?
Pertanyaan ini, hampir sama dengan judul diatas. Namun lebih spesifik, mengarah pada status tertentu. Jikalau Anda adalah raja, besar kemungkinan Anda tak (sudi) mengenal saya. Maka beruntunglah anda dan juga saya, yang samasama bukan seorang raja. Menjadi seorang raja tidaklah mudah. Banyak beban tanggungjawab yang harus diembannya di dunia, pun harus dipertanggungjawabkan di akherat, berlipatganda banyaknya melebihi kaum ploretar semacam saya. Bukan hanya raja, namun setiap pemimpin, tentu sesuai dengan porsi kepemimpinannya. Gubernur, Bupati, Camat, Lurah/Kades, semuanya bisa saja secara tibatiba menjadi seorang raja. Entah raja besar, entah rajaraja kecil. Anda tahu kan, apa yang saya maksud dengan Sang Raja? ya, Anda luar biasa Cerdas…

Apakah Anda seorang Ulama Besar?
Sebagaimana pertanyaan sebelumnya, pertanyaan kali ini juga hampir sama. Apakah Anda seorang Ulama Besar, adalah pertanyaan yang juga spesifik. sekali lagi Anda beruntung jika bukan Ulama Besar. Beruntung bagaimana? Ya, Anda beruntung bisa membaca tulisan ini. Sebab saya berkeyakinan, jika Anda seorang Ulama Besar maka kecil kemungkinan punya sedikit waktu luang untuk sekedar membaca tulisan saya. Waktu yang Anda miliki akan habis untuk ceramah kesana kemari, memberikan bimbingan dan arahan kepada ummat agar senantiasa berjalan di rel yang sudah ditentukan agama. Keuntungan yang lainnya, Anda bisa sedikit tenang untuk tidak menanggung dosa ummat. Maksud saya, jika seorang ulama salah dalam memberikan nasehat, maka kesalahan semua pengikutnya menjadi tanggung jawab si ulama tersebut. Namun demkian, tak perlu takut untuk menjadi ulama. Tuhan telah memberi kebebasan kepada akal kita untuk berijtihad.

Terakhir, ini pesan saya yang saya cuplik dari pesan Imam Al Ghazali:
“Bila Engkau Bukan Anak Raja dan Engkau Bukan Anak Ulama Besar, Maka Jadilah Penulis”

Salam Menulis,
SR

  1. 29 Juni 2011 pukul 2:09 pm

    Wah, aku ini bukan anak raja. Bukan pula anak ulama besar, sebab cuma cucunya Mbah Kaum di kampung sebelah. Pengin jadi penulis sih iya juga. Tapi tetap masih juga dalam keinginan. Dan keinginan itu hanya tetap ingin menjadi. Tapi apa ya jadinya? Entahlah….

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: