Beranda > Uncategorized > Menulislah!

Menulislah!

belajar nulis tiap hari

Kalimat perintah itu banyak saya temui, di manapun. Bahkan tipstips tentang menulis, seabreg banyaknya sudah saya baca. Perut saya sudah kenyang, karena segunung buku dan situs tentang dunia kepenulisan sudah saya makan. Namun masalahnya, tetap saja. Pikiran saya tak pernah mampu untuk menelorkan ide tulisan saban hari. Mumet. Bingung. Apa yang harus saya tuliskan?Ini aneh lagi: :Menulislah saat tak ada ide untuk menulis!” Lho. Lha wong jelas tak ada ide menulis kok malah disuruh menulis. Lalu apa yang harus ditulis??

Semalam pikiran saya kacau. Mata saya tak dapat terpejam, saya mengalami kesulitan untuk tidur, meski hanya sebentar saja.Pikiran saya berputarputar, mencari ide untuk segera saya tuliskan. Tidak juga segera ketemu. Di mana si ide bersembunyi? Kembali saya menyeduh secangkir kopi, mengunyah sepotong roti, menyalakan api. Menyalakan api? ya. Untuk membakar rokok yang sangat aku benci.

Tak juga menemukan ide, maka akhirnya saya berpikir. Untuk apa sih saya menulis setiap hari? Apa untungnya menulis di sini? Ah, menyenangkan orang lain saja. Tapi segera saja pikiran itu saya bentah sendiri. Lho, apa jeleknya menyenangkan orang lain? Apa ruginya kita berbagi? Bukankah jika ilmu kita bagi, justru bermanfaat, dan ilmu kita tak akan terkurangi? namun pikiran saya terus saja membantah sendiri. Lha apa yang kamu dapatkan dengan menulis setiap hari, coba? Pujian? Sanjungan? materi?

walah. Lha kalau mau nulis saja harus berpikir panjanglebar, kapan kita mau mulai menulis? Kok repot amat sih. amat saja gak repot kok. Kalau mau nulis, ya tulis saja. Gak usah mikir. Tulis saja dengan perasaan, jangan dengan pikiran. Sedang sedih, menulislah! Sedang bahagia, menulislah! Sedang jatuh cinta, menulislah! Sedang bingung, menulislah!

Namun ingat! Adzan subuh sudah berkumandang, segera sholat!

salam,
SR

Kategori:Uncategorized
  1. 13 Juni 2011 pukul 4:38 am

    menulis itu bagi saya merupakan aktivitas kreatif untuk mengungkapkan pemikiran2 yang sayang jika harus berlalu begitu saja. persoalan dibaca orang atau tidak, yakinlah suatu ketika pasti akan dikonsumsi juga oleh pembaca. tetap semangat menulis, pak.

    • 13 Juni 2011 pukul 8:10 am

      Siap, Pak Tuhu. InsyaAllah tetap semangat Pak. Mohon bimbingannya nggih Pak? Seringkali macet Pak.🙂

      terima kasih.
      salam,
      SR

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: