Beranda > motivasi, sains, Uncategorized > Mari Menanam

Mari Menanam


Raung bolduser, gemuruh pohon tumbang

Berpadu dengan jerit isi rimba raya

tawa kelakar badutbadut serakah

tanpa HPH berbuat semaunya….

(Iwan fals)

Pernahkan Anda mendengar lagu Bang Iwan itu? Belum lama saya mendengar dan berusaha menghapal lagu tersebut. Sungguh menyentuh relung hati. Sangat benar apa yang disampaikan Bang Iwan, justru perusak hutan/alam terbesar di Indonesia ini adalah para pembuat peraturan itu sendiri, yang seharusnya memberi contoh yang baik. Meski saya belum pernah melihat langsung, namun cukup dengan mendengar beritanya saja saya sudah bisa membayangkan kerusakan alam yang terjadi di Papua, Kalimantan, Sumatera, jawa, dan di daerahdaerah lainnya. Tragis.Sangat mengerikan.

Beberapa waktu yang lalu, sebuah kampung di daerah dataran tinggi dieng juga terkena bencana tanah longsor. Konon, penduduk setempat akan direlokasikan semua, namun banyak yang menolak. Dari beberapa sumber, akhirnya saya tahu bahwa penyebab utama kelongsoran ini adalah tidak adanya tanaman besar yang tumbuh dan dipertahankan demi mengikat tanah trap-trapan.

Lain lagi di daerah semarang. Tahun 2001, saya sempat melewati daerah mijen, jalan boja-semarang. Waktu itu hawanya masih dingin, sebab hutan jati dan hutan karet tumbuh subur di kanankiri sepanjang jalan itu. Namun sekarang, sudah beda. Daerah itu begitu panasnya, karena sudah penuh sesak dengan perumahan, hutan jati habis dijarah, pohon karet dibabat habis. Padahal, saya berkeyakinan bahwa belanda sudah memperhitungkan akan arti pentingnya hutan pengikat air demi menghindari banjir yang sering menimpa daerah semarang bawah. Alam, kitalah perusaknya.

Lain lagi cerita seorang kawan. Entah di daerah hutan mana, namun ini nyata. Beberapa blandong (penjarah hutan) selalu saja menyanyikan lagu:

lestari alamku

lestari desaku

Sembari terus memotong berbatangbatang kayu jati di hutan dengan sensonya.

Kawan, hari ini tanggal 05 Juni. Mari lestarikan alam kita, demi masa depan anakcucu keturunan kita nantinya. Mari, meski hanya sebatang rumput, kita memulai menanam demi kesuburan dan kelestarian alam.

    SELAMAT

    HARI LINGKUNGAN HIDUP

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: