Beranda > motivasi, sains, Uncategorized > Lomba Macul

Lomba Macul

Bukan tanpa alasan saya mengajukan usul lomba macul itu. Saya ini benarbenar wong ndeso, hidup tak jauh dari pegunungan dan pantai. Sejak kecil saya sudah terbiasa ngarit dan macul sawah, dalam rangka membantu Bapak demi bisa melanjutkan sekolah. Akhirnya bisa juga saya sekolah, hingga lulus SMA, Alhamdulillah..

Saya bersaudarakan 7 orang. Kakak saya 3 orang, adik juga 3 orang. Saya pas di tengahtengah. Dari kesemuanya itu, yang lakilaki sejumlah 4 (termasuk saya) dan semuanya rajin membantu bapak macul di sawah. Jika masa panen tiba, bisabisa saya 24 jam di sawah. Makan di sawah, tidur di sawah, shalat di sawah.

Nah, suatu hari kami berempat rebutan pacul, karena untuk tekstur tanah yang berbeda, diperlukan pacul yang berbeda pula. Maksud saya, jenis pacul itu berbedabeda bahan dan peng0lahannya. Ada yang dari besi murni, ada juga yang disepuh (dilapisi baja+kaca). Nah, melihat keributan itu maka Bapak saya mengadakan lomba macul. Barang siapa diantara kami ada yang bisa macul sejarak sepanjang sawah tanpa berdiri maka dialah pemenangnya. Hadiah yang disediakan adalah, diajak ke pasar membeli pacul baru. Dan waktu itu, sayalah pemenangnya. Maka saya berani menantang Andika semuanya; “ADAKAH YANG BERANI LOMBA MACUL DENGAN SAYA? Ha.ha.ha.ha……

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: