tentang manusia

di dalam tanah terdapat banyak sumber makanan, juga air. pohonpohon, yang juga sering disebut dengan istilah tumbuhan, menyerap berbagai sumber makanan itu melalui akarnya. terserap oleh akar, berbagai sumber makanan tadi akan sampai dedaunan hijau yang berklorofil melalui jaringan xilem.

daun adalah dapurnya pepohonan, ya tumbuhtumbuhan tadi. di sanalah bahan dasar mentah tadi diolah menjadi makanan siap saji, tentunya dengan bantuan sinar matahari dan dibumbui karbondioksida. kemudian diedarkan ke seluruh tubuh melewati jaringan floem. pohonpohon juga tak rakus. seringkali tak dihabiskannya makanan itu, untuk kemudian ditabung apa yang tersisakan. tabungan inilah yang kita curi kemudian, tak lain umbiumbian dan juga buahbuahan. bisa juga getah, tepung atau yang lainnya.

pepohonan adalah produsen. penghasil makanan.

kalau naas, tumbuhan akan dibunuh oleh hewanhewan yang membutuhkannya. pohon padi dibunuh tikus, rerumputan disikat sapi, kerbau, kelinci, dan bermacam jenis herbivora lainnya. inilah, binatang herbivora itu yang selanjutnya kita kenal sebagai konsumen tingkat pertama.

herbivora, hewan pemakan tumbuhan adanya.

hewan makan hewan. kucing memangsa tikus, harimau memakan kelinci. musang berburu ayam. yang besar makan yang kecil. inilah hidup. yang kecil tak bisa tenang, selama dalam incaran yang besar. karnivora. ya, pemakan sesama binatang disebut karnivora.

karnivora, pemakan daging. yang besar makan yang kecil.

manusia, makhluk pemakan segala. hewan dimakannya, tumbuhan diuntalnya. gunung dihabisinya, bahkan bebatuan dan aspal, juga minyak bumi dan yang lainnya, semua bisa masuk ke dalam perut manusia. manusia, omnivora, pemakan segala. gila.

jaringjaring makanan, rantai makanan.

jika kita perhatikan, semua berasal atau bermula dari sari tanah. tumbuhan menyerapnya, mengolahnya, menyimpan sisanya. Herbivora memakan tumbuhan, carnivora memakan herbivora, dan manusia memakan segalanya. di tubuh manusia, semua diolah hingga menjadi sejenis air yang menjijikkan. air inilah sumber sejarah kehidupan manusia.

jadi yang mengandung anak adalah lakilaki. wanita hanya tempat persemaian. seperti benih padi, disemailah dia di tanah muka bumi. maka jadi begini;

awalnya tanah, menjadi umbi.
dari umbi, menjadi makanan jadi.
makanan jadi, menjadi air mani.
disemai air mani, menjadi bayi.

satu mulut, dua bibir.
satu wajah, dua telinga.
satu hidung, dua lubang.

dua tangan sepuluh jari
dua kaki sepuluh jari

satu tubuh, satu hati, satu lambung.
segalanya masuk, seperti padi di lumbung.

*
entah, aku tak tahu.
aku ingin bikin prosa, tapi tak bisa
pingin bikin puisi, tak pernah jadi
baik. tak akan aku bicara sastra.
aku anak MIPA kok ya?

manusia bicara sastra, kita.

  1. 19 Mei 2011 pukul 3:36 am

    sastranya oke tuh,,
    kunjungan pertamax gan..
    hehehee…

    • 20 Mei 2011 pukul 4:42 pm

      Wah. terima Kasih Bung akhnayzz..
      baru belajar nih..

  2. 19 Mei 2011 pukul 5:53 pm

    hehe … orang MIPA tidak lantas berarti ndak bisa nulis sastra, pak. banyak sastrawan yang justru bukan bertaltar belakang sastra. pak sn ratmana itu guru fisika, tapi cerpen2nya luar biasa.

    • 20 Mei 2011 pukul 4:41 pm

      Ya, benar Pak Tuhu…
      Prof. Eko Budiharjo, Taufiq ismail dll., ternyata juga bukan orang yang punya fak sastra tapi mantap puisipuisinya. Terima kasih motivasinya pak Tuhu..

      kapankapan saya maen ke kendal.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: