TULISAN POLITIK

Foto2317Menulis bertemakan politik sebenarnya bukan hal sulit. Banyak lelucon politik yang bisa kita kupas secara panjang lebar. Tentang persiden sebuah negara yang begitu dogol misalnya. Atau tentang seorang tokoh politik yang dengan berbagai cara mencari muka. Yang seperti itu tak sulit kita cari bahan-bahannya. Tinggal buka koran, nonton televisi atau klik sebentar di internet maka akan segera bermunculan lelucon badut-badut politik. Tetapi sungguh, sekarang ini saya sangat tak tertarik menulis tentang politik. Kok sekarang ini? Ya, sebab jaman masih sekolah dahulu saya senang sedikit bersinggungan dengan politik. Banyak teman dan guru-guru yang menyangka bahwa suatu saat nanti saya akan terjun ke dunia politik. Beberapa guru bahkan telah menyebut nama-nama partai yang cocok untuk sebagai kendaraan saya. Tetapi saya ternyata di kemudian hari berpikiran lain. Saat ini saya tak suka bersinggungan dengan politik. Entah besok. :D

Ya, politik selalu punya kepentingan. Karenanya saya tak senang terhadapnya. Saya bermalas diri untuk menulis hal yang menyinggung permasalahan politik. Entah siapa pun itu, selama berbicara masalah politik maka dia telah masuk ke ranah politik. Karenanya dia pasti punya kepentingan. Kepentingan untuk negara, kelompok maupun kepentingan pribadinya. Sementara anggapan saya, kepentingan pribadi adalah yang paling mendominasi. Seorang pengamat politik, misalnya, akan menjual nama lewat tulisan serta komentar-komentarnya. Tentu harapannya, suatu saat akan ada yang membeli diri dan suaranya. Ini sangat bisa dimaklumi bukan, Kawan?

Sebab setiap kita punya kepentingan. Meski banyak yang bilang dahulukan kepentingan umum dan negara, tetapi itu kecil kemungkinan pada tataran kenyataan. Maka selama masih belum kuat secara ekonomi, ada baiknya saya tak bersinggungan dengan masalah politik. Ya, meski hanya sebatas tulisan di blog sederhana ini. Sebab masih banyak tema besar lain yang sesungguhnya bisa kita angkat. Tentang pulau yang terjual, tentang kerusakan alam yang sengaja dilakukan, tentang punahnya banyak habitat asli flora dan fauna, tentang dan masih banyak lagi yang lainnya. Psikologi dan pemikiran masyarakat, tentang perkonomian keluarga entah siapa, dan lain sebagainya.

Membangun Indonesia tak harus bersinggungan dengan politik. Sebab politik itu kotor. Harus tega membunuh kawan sendiri, membantai teman sejalan jika memang diperlukan. Makan uang yang tak jelas halal atau haram, harus berani menggunting dalam lipatan. Sedang saya tak tega akan kesemuanya. Sekarang ini, dan entah nanti. Dan begitulah politik. Tak sadar bahwa kita membencinya, namun selalu bergumul dengannya. Seperti tulisan pendek ini misalnya. maunya lari dari tema politik, tetapi justru mengkampanyekannya. Politik dan diri kita, seperti pantai dan lautannya. Tak akan mampu terpisahkan diantara keduanya. Manusia adalah makhluk politik.

Sekarang saya tanya, apakah Anda, Kawanku semuanya, tak suka akan politik? Bohong jika jawabannya “tidak!”. Menjawab pertanyaan saya berarti Anda telah terjebak dan terjerembab. Dalam jurang politik. Mau ari ke mana? Terserah. :D

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 87 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: